Indeks Kospi Melonjak 1,88 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 43,15 poin, atau sekitar 1,88 persen, pada Selasa (3/11/2020), menjadi 2.343,31. Volume perdagangan mencapai 874 juta saham senilai 10,7 triliun won atau sekitar US$9,4 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang truun 696 berbanding 154.

Indeks Kospi melonjak untuk sesi kedua beruntun jelang berlangsungnya pemilihan presiden di Amerika Serikat. Sentimen pasar juga terpengaruh optimisme yang dimiliki para investor terhadap pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dalam beberapa hari ke depan.

“Bursa saham Korea Selatan sangat terpengaruh berlangsungnya pilpres di AS. Para investor harus berhati-hati terhadap kemungkina terjadinya volaitilitas,” kata Choi Yoo-Joon, analis Shinhan Financial Investment, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing meraup saham senilai 204 miliar won dan 455 miliar won, sedangkan investor ritel melepas saham senilai 656 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melonjak 2,44 persen dan 2,26 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics naik 0,14 persen, sedangkan saham Celltrion melambung 5,93 persen.

Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing meningkat 0,88 persen dan 0,6 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem dan perusahaan manufaktur baterai Samsung SDI masing-masing melambung 5,3 persen dan 4,43 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya. Saham perusahaan baja POSCO melonjak 2,08 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 0,5 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.134,1 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, di saat Bursa Efek Tokyo di Jepang tutup sehubungan berlangsungnya libur Hari Budaya. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melonjak 1,2 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia melonjak 115,10 poin, atau sekitar 1,93 persen, menjadi 6.066,40. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Malaysia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melonjak 45,95 poin, atau sekitar 1,42 persen, menjadi 3.271,07. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melambung 479,72 poin, atau sekitar 1,96 persen, menjadi 24.939,73.