OJK Akan Batasi Penawaran Efek Selain Penawaran Umum Hanya Sampai Rp5 Miliar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengatur ulang tata cara penawan efek ke pihak tertentu yang bukan penawaran umum.

Hal itu tertuang dalam rancangan Peraturan OJK tentang Penawaran Yang Bukan Penawaran Umum.

Berdasarkan rancangan beleid yang dimuat pada laman OJK pada tanggal 26 November 2020, disebutkan bahwa, sejatinya OJK telah mengaturnya dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 26/POJK.04/2020 tentang Penawaran Yang Bukan Merupakan Penawaran Umum dengan substansi pengaturan yang sama dengan Peraturan No. IX.A.5.

Namun, sejak diterbitkannya Peraturan No. IX.A.5 tahun 1996 sampai dengan saat ini tentunya terdapat banyak kegiatan usaha yang telah berkembang secara cepat sehingga perlu dilakukan penyempurnaan atas peraturan tersebut dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku saat ini, kebutuhan pasar yang dinamis serta praktik yang berlaku di negara lain (international best practices).

Selain itu, agar tidak terjadi pertentangan ketentuan antar POJK dan juga sebagai payung hukum terhadap ketetapan lain di bawah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur batasan yang berbeda mengenai Penawaran Efek yang bukan merupakan Penawaran Umum.

Sehingga ditegaskan, Suatu Penawaran Efek bukan merupakan suatu Penawaran Umum sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang mengenai Pasar Modal, jika Nilai Penawaran Secara Keseluruhan kurang dari Rp5 miliar.

Adapun jumlah pihak yang ikut dalam penawaran tersebut lebih dari 100 Pihak.