ANALIS MARKET (20/11/2020) : IHSG Memiliki Peluang Bergerak Menguat Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan hari Kamis, 19/11/2020, IHSG ditutup menguat 36 poin atau 0.65% menjadi 5.594. Sektor property, pertambangan, industry konsumsi, perkebunan, keuangan, perdagangan, infrastruktur bergerak positif dan menjadi kontributor terbesar pada kenaikan IHSG kemarin. Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar 317 miliar rupiah.

Adapun cerita hari ini akan kita awali dari;

1.KANGURU VS PANDA

Lagi lagi pemirsa, di akhir pekan ini bukannya adem ayem karena mau weekend, yang ini justru bersitegang antara yang satu dengan yang lain. Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan bahwa dirinya tidak akan membahayakan keamanan dan kedaulatan nasional Australia hanya karena China meningkatkan kritiknya terhadap Australia dan memberikan pesan bahwa jangan menjadikan China sebagai musuh bagi Australia. Morrison mengatakan bahwa dirinya akan menjadi diri kita sendiri dan Australia akan selalu menetapkan hukum dan peraturan negara kami sendiri, khususnya bagi kepentingan nasional Australia. Namun bukan atas perintah dari negara lain, baik itu Amerika maupun China atau siapapun. Seorang diplomat China di Canberra telah memberikan document kepada media Australia yang dimana diplomat tersebut memberikan informasi mengenai 14 keluhan dan menuduh Australia telah memperburuk hubungan bilateral kedua negara. Dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, memang China kerap kali memberikan informasi terkait dengan keruhnya hubungan antara Australia dan China. Apalagi pejabat China mengatakan bahwa China akan marah apabila Australia menjadikan China sebagai musuh mereka. Sejauh ini China terus menerus menekan Australia dengan memberikan sanksi perdagangan dan pembalasan sebagai akibat telah mengkritik Australia. Sementara itu hubungan kementrian dengan beberapa sekutu Amerika mulai mengalami gejolak ketika Morrison meminta penyelidik independent untuk memasuki Wuhan untuk bisa menyelidik asal usul virus corona. Kunjungan Morrison ke Jepang juga sebagai bagian dari rencana ntuk menandatangani pakta pertahanan yang baru justru malah semakin menambah ketegangan. Tidak hanya itu saja lho pemirsa, pertemuan Morrison dengan Yoshihide Suga di Tokyo merupakan sebuah pertemuan untuk membangun koalisi negara-negara demokrasi yang memiliki pandangan yang sama untuk melawan pengaruh China yang semakin mengalami peningkatan di Kawasan Asia Pasifik. Morrison dan Suga juga sudah menyetujui kerangka hukum yang memungkinkan masing masing Angkatan militer dapat tinggal di negara lain untuk melakukan Latihan bersama. Bahkan Morrison dan Suga juga memberikan pernyataan bersama dan kritik terhadap kebijakan China termasuk segala hal yang berhubungan dengan pemaksaan sepihak atau upaya untuk mengubah status quo sehingga meningkatkan ketegangan di negara atau wilayah yang bersangkutan. Alhasil ya tentu saja China murka semurka murkanya, hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementrian Luar Negeri, Zhao Lijian mengatakan bahwa China tidak puas dan akan bersikap tegas menentang pernyataan pers mereka Australia dan Jepang yang dimana sebelumnya kedua negara tersebut juga menuduh China dalam masalah Laut China Selatan dan Laut Timur China. China berbalik menyerang, bahwa mereka juga ikut mencampuri urusan Hong Kong dan internal China. Zhao menyebutkan bahwa hubungan diantara China dan Australia semakin memburuk khususnya terkait dengan Ausralia yang ingin melibatkan dirinya dalam urusan dalam negeri Hong Kong, Xinjiang, dan Taiwan, dan menolak perusahaan China yang ingin berinvestasi di Australia dengan alasan klasik, yaitu alasan keamanan nasional. Beberapa hal yang membuat China tambah empet sama Australia selain hal tersebut adalah; 1. Australia terlibat dalam manipulasi politik pada Covid 19 dan mengajak para negara lain untuk melakukan penyelidikan independent dan ikut campur dalam kerja sama di bidang internasional. 2. Canberra merupakan salah satu negara bagian yang melarang Perusahaan China untuk ikut berpartisipasi dalam jaringan 5G nya, serta berulang kali menolak perusahaan China yang ingin melakukan investasi di Australia dengan alasan keamanan Nasional. 3. Meskipun tidak ada bukti yang konkret, Australia kerap kali menuduh China terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengandung intervensi dan infiltrasi di Australia. Australia mempolitisasi dan memberikan paradigma baru terkait hubungan antara Australia dan China. Nah ke 4 hal ini yang membuat China itu mengatakan bahwa hal tersebut telah merusak hubungan antara Australia dan China yang dimana membuat keduanya membatasi berbagai kerjasama. Padahal sebagai informasi, bagi Australia, China merupakan salah satu mitra dagang terpenting. Apalagi Australia sedikit banyak membutuhkan China untuk mendorong pemulihan perekonomian Australia yang masih terkapar akibat wabah virus corona. Morrison telah melihat document tidak resmi milik kedutaan besar China yang membuat Morrison mengatakan bahwa nilai nilai demokrasi dan kedaulatan Australia tidak untuk diperdagangkan. Aksi pembalasan secara ekonomi yang dilakukan oleh China juga sebagai bentuk pemaksaan ekonomi. Sekali lagi Morrison mengatakan bahwa dirinya maupun Australia tidak akan kompromi dengan fakta yang ada khususnya terkait dengan bagaimana cara kami membangun jaringan telekomunikasi 5G kami atau hukum investasi untuk asing, karena Australia akan menjalankan dan melindungi dari gangguan apapun. Sejauh ini Australia mengatakan bahwa Australia akan berdiri bersama negara lain, baik itu masalah Hak Asasi Manusia atau hal hal yang terjadi diseluruh dunia termasuk di China. Dan apabila ternyata sikap Australia membuat hubungan antara Australia dan China menjadi tegang, maka Australia akan tetap menjadi diri sendiri dan akan terus bertindak sesuai dengan kepentingan nasional Australia, dan Kerjasama dengan jepang akan memperkuat stabilitas dan perdamaian Indo – Pacific.

2.SEBUAH KECEMASAN MESKIPUN ADA HARAPAN

Para pemimpin global pada akhirnya kembali memberikan peringatan terkait dengan pemulihan ekonomi dari resesi yang terjadi pada tahun ini yang ada kemungkinan fase pemulihan tersebut akan terganggu karena adanya gelombang kedua dari wabah virus corona yang membuat beberapa wilayah melakukan pembatasan sehingga mempengaruhi konsumsi rumah tangga dan perusahaan. IMF dan G20 telah menyampaikan peringatan tersebut dalam acara virtual akhir pekan ini yang di selengarakan oleh Arab Saudi. IMF mencatatkan adanya kemajuan vaksin, namun harga asset yang mengalami peningkatan juga menunjukkan ketimpangan dari ekonomi sector riil dan memberikan potensi ancaman bagi stabilitas keuangan kedepannya. Sementara itu, aktivitas ekonomi global memang telah mengalami peningkatan sejak bulan June, dan ada beberapa tanda bahwa fase pemulihan mungkin kehilangan momentum sehingga krisis yang ada saat ini mungkin memberikan dampak yang cukup dalam kedepannya. Sejauh ini Inggris, Jerman, France, dan sebagian wilayah Amerika serta Australia telah melakukan pembatasan baru untuk mengendalikan wabah virus corona, meskipun tidak seketat beberapa bulan yang lalu, tapi pengetatan tersebut masih memberikan dampak terhadap pertumbuhan perekonomian. Pemulihan masih akan tidak merata, tidak pasti serta ada resiko penurunan yang mengalami peningkatan. G20 akan terus menggunakan semua kebijakan yang ada, selama hal tersebut diperlukan untuk melindungi pekerjaan, kesehatan, pendapatan masyarakat, mendukung pemulihan ekonomi global, serta menjaga ketahanan system keuangan. Sejauh ini Bank Sentral Amerika, The Fed dan Bank Sentral Eropa masih membahas terkait dengan pemberian stimulus lebih lanjut untuk bulan depan bahkan ditengah tengah kehadiran vaksin dalam waktu dekat. Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva pada hari Kamis kemarin mengakan bahwa meskipun vaksin hampir tiba, namun negara negara G20 masih akan tetap berada di jalurnya dengan focus terhadap pemberian bantuan terhadap beberapa wilayah yang masih terkena gelombang wabah virus corona karena gelombang tersebut menahan pemulihan perekonomian global. Georgieva mengatakan, jangan pernah menarik stimulus atau kebijakan perekonomian sebelum waktunya. Hal tersebut menjadi sangat penting, untuk menjaga fase pemulihan hingga kita dapat melihat bahwa krisis kesehatan sudah ada dibelakang kita. Sejauh ini beberapa negara masih memiliki ruang yang lebih besar untuk memberikan dukungan fiscal pada tahun depan, sehingga tidak perlu melakukan pemangkasan pemberian stimulus yang justru berdampak terhadap masyarakat seperti tunjangan pengangguran. Kami tentu berharap seperti apapun kebijakannya, focus utamanya adanya menjaga stabilitas dalam jangka pendek untuk dapat melewati masa masa sulit ini. Bahkan setelah vaksin hadir, kebijakan tersebut harus tetap ada untuk mengawal proses pemulihan perekonomian ini agar dapat berjalan dengan baik. Mari kita lihat kedepannya, apakah para negara tersebut yang memiliki ruang kebijakan fiscal yang lebih besar dapat bertahan dengan memberikan dorongan, karena Amerika saja hingga hari ini masih belum memberikan paket stimulus yang dinantikan oleh masyarakatnya. Berbicara mengenai paket di Amerika, sedikit menambahkan, saat ini Mnuchin telah meminta The Fed untuk mengembalikan uang stimulus corona yang tidak digunakan, namun Mnuchin meminta perpanjangan waktu 90 hari untuk program pinjaman darurat dari Bank Sentral. Semoga saja, stimulus dapat dikeluarkan untuk menopang perekonomian di Amerika sebelum akhirnya menganggu fase pemulihan.

3.BANK INDONESIA BERAKSI

Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps dari 4% menjadi 3.75%. Inflasi yang lemah, stabilitas eksternal yang terjaga dan sebagai langkah lanjutan untuk mendukung pemulihan ekonomi dinilai menjadi pertimbangan dari penurunan suku bunga acuan. Dalam kesempatan ini, BI memperkirakan inflasi pada akhir 2020 lebih rendah dari batas bawah sasaran inflasi dan kembali ke sasarannya 3±1% pada 2021. Defisit transaksi berjalan juga diperkirakan tetap rendah. Perry yakin defisit tahun ini berada di bawah 1,5% PDB dan tetap rendah pada tahun depan. Ke depan, BI memandang penguatan nilai tukar rupiah berpotensi berlanjut karena nilainya secara fundamental masih undervalued, dan kondisi defisit transaksi berjalan dan inflasi yang rendah, serta daya tarik aset yang tinggi, dan premi risiko yang menurun. Bank Indonesia meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi kembali ke jalur positif pada kuartal IV-2020 atau di akhir tahun ini. Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, perbaikan ekonomi Indonesia akan didukung oleh perbaikan konsumsi masyarakat, ekspor, dan investasi. Kemudian, stabilitas sistem keuangan juga terjaga, dimana nilai tukar rupiah akan bergerak stabil dan cenderung menguat. Perry menyebutkan, BI bersama pemerintah serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus berkoordinasi erat untuk menjaga ekonomi bergerak positif. Komitmen yang tinggi diharapkan dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah kondusif bagi pemulihan ekonomi. Suku bunga acuan diturunkan 1% jadi 4%, dan BI juga melakukan quantitative easing dalam jumlah besar, lebih dari Rp 670 triliun atau 4% dari PDB.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak menguat terbatas dan ditradingkan pada level 5.512 – 5.630. Potensi koreksi semakin besar, kehati hatian menjadi hal yang terpenting saat ini karena mungkin arus berubah dengan sangat cepat,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Jumat (20/11/2020).