ANALIS MARKET (09/10/2020) : IHSG Memiliki Peluang Bergerak Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan hari Kamis, 08/10/2020, IHSG ditutup menguat 34 poin atau +0,70% menjadi 5,039. Sektor aneka industri, industry konsumsi, infrastruktur, perkebunan, industri dasar, pertambangan bergerak positif dan menjadi kontributor terbesar pada kenaikan IHSG kemarin. Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar 49 miliar rupiah.

Adapun cerita hari ini akan kita awali dari;

1.MINUM OBAT DULU BRO!

Ketidakjelasan Trump dalam memberikan keputusan sebagai pemimpin menjelang pemilihan Presiden semakin terlihat. Kebimbangan dalam membuat keputusan terlihat dipengaruhi oleh jumlah suara yang akan memilih dirinya. White House kemarin mengatakan bahwa pemerintah saat ini ingin membahas RUU dalam skala yang lebih besar. Steven Mnuchin mengatakan dalam sambungan telepon bahwa Presiden Trump menginginkan kesepakatan tentang paket yang komprehensif. Juru bicara White House yang sebelumnya mengatakan bahwa mereka menginginkan paket stimulus yang lebih sedikit sekarang mereka mengklarifikasi ulang pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa pemerintah menginginkan paket stimulus yang lebih besar. Tarik ulur pembicaraan stimulus kami melihat semakin mengalami ketidakpastian karena ada konflik kepentingan politik menjelang pemilu disana, apalagi sebelumnya Trump mengatakan apabila dirinya tidak akan memberikan stimulus apabila dirinya tidak memenangkan pemilu. Mnuchin dan Pelosi melakukan conference call dengan Ketua House Small Business Komite, Nydia Velasquez dan Ketua Komite Jasa Keuangan, Maxine Waters tentang usaha kecil dan akses untuk permodalan. Terkait dengan keinginan Trump menginginkan RUU yang berdiri sendiri, hal tersebut di klarifikasi langsung oleh Nancy Pelosi dengan mengatakan bahwa tidak ada tindakan dalam hal pembuatan RUU yang berdiri sendiri, khususnya terkait dengan bantuan terhadap industry maskapai penerbangan atau sector ekonomi lainnya tanpa memasukkannya ke dalam paket stimulus yang lebih luas. Nancy mengatakan bahwa dirinya optimis bahwa stimulus mungkin bisa terjadi dalam waktu dekat, lebih cepat lebih baik. Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell juga mengatakan bahwa kedua belah pihak harus terus menegosiasikan kesepakatan, namun ada perbedaan besar tentang berapa banyak yang harus dibelanjakan. Tuntutan jumlah uang yang begitu besar dianggap keterlaluan oleh McConnell, oleh sebab itu dirinya setuju dan mendukung Trump untuk membatalkan negosiasi tersebut. Terkait dengan hal tersebut kami melihat masih ada jalan yang cukup panjang bagi keduanya untuk mendapatkan kata sepakat, antara Nancy dengan Presiden Trump. Ditengah kebutuhan dana stimulus yang bersifat urgent, masyarakat harus menjadi yang utama untuk dapat bertahan melewati masa masa situasi dan kondisi sulit saat ini. Bagi mereka, mau Republik ataupun Demokrat bukan hal yang penting saat ini, yang terpenting adalah bagaimana mereka mampu bertahan hingga situasi dan kondisi ini berlalu.

2.AUSTRALIA BERAKSI

Setelah Bank Sentral Australia kemarin menyampaikan dukungan untuk mendorong pemulihan perekonomian agar dapat lebih cepat, kali ini pemerintah Australia akan mendorong pemulihan dari sisi kekuatannya. Kecepatan dan kekuatan akan menjadi 2 bumbu utama agar ekonomi dapat pulih seutuhnya. Kecepatan menjadi factor penting tatkala wabah virus corona menekan perekonomian sehingga lebih cepat keluar dari fase sulit saat ini, kekuatan pemulihan menjadi kunci agar proses pemulihan dapat berjalan dari awal hingga akhir, supaya jangan sampai menjadi kentang seperti negara Paman Sam. Pemerintah pada akhirnya mengumumkan anggaran terbarunya untuk 2020 – 2021, termasuk didalamnya ada pemotongan pajak pribadi senilai miliaran dollar untuk masyarakat yang memiliki penghasilan menengah, sebuah program untuk menciptakan dan meningkatkan lapangan pekerjaan, serta insentif pajak sementara bagi sector bisnis untuk dapat memulai investasi kembali. Defisit anggaran Australia diperkirakan akan berkisar A$ 21.7 miliar atau $151.8 miliar atau sekitar 11.8% dari GDP. Pada tahun fiscal berjalan diperkirakan akan mengalami penurunan sekitar 1.6% dari GDP jangka menengah. Menteri Keuangan, Mathias Cormann mengatakan akan focus dalam mendorong pemulihan ekonomi. Memang kalau kita lihat, defisitnya memang cukup besar, namun secara kekuatan, kami melihat bahwa Australia masih akan mampu bertahan. Karena kalau kita perhatikan, meskipun Australia sudah melakukan pengeluaran fiscal lebih dari biasanya, namun posisi hutang Australia masih jauh lebih rendah kalau kita bandingkan dengan negara maju lainnya. Cormann menambahkan bahwa dirinya dan pemerintah menginginkan lebih banyak pekerjaan yang akan lahir, dan lahirnya pekerjaan tersebut diciptakan oleh bisnis yang mengalami pertumbuhan dan menguntungkan, oleh sebab itu Cormann ingin melakukan lebih banyak investasi dalam bisnis tersebut untuk menjaga pertumbuhan dan kesuksesan di masa yang akan datang. Australia akan menyediakan A$ 4 miliar selama 3 tahun untuk mempercepat pertumbuhan lapangan pekerjaan. Pemerintah juga akan membayar perusahaan hingga A$ 200 per minggu jika mereka turut mempekerjakan masyarakat yang masuk kategori umur muda dari Australia yang dimana mereka sebelumnya berpotensi terkena dampak dari resesi. Pemerintah Australia akan melakukan dukungan penuh untuk menopang perekonomian, yang dimana sebelumnya telah memberikan dukungan sebesar $299 miliar. Pemerintah Australia saat ini sedang dalam masa transisi, untuk dapat memastikan perekonomian Australia dapat pulih dan bertahan dalam melewati masa sulit saat ini ditambah lagi dengan menargetkan beberapa program dukungan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga, memajukan aktivitas investasi dalam bisnis dan infrastructure, dan menurunkan tingkat pengangguran. Dalam anggaran 2020 – 2021, Australia akan memberikan dukungan sebesar $507 miliar, termasuk didalamnya $257 miliar dalam bentuk dukungan perekonomian secara langsung. Respon pemerintah akan selalu disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, sehingga dapat menahan setiap guncangan yang memberikan dampak negative terhadap perekonomian. Rencana pemulihan Australia akan dimulai dari menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan ketahanan perekonomian dan menciptakan perekonomian yang lebih kompetitif dan memberikan pendapatan yang lebih baik. Revisi strategi ekonomi dan fiscal menjadi salah satu langkah awal untuk memperkuat posisi anggaran saat ini, yang dilanjutkan dengan menstabilkan dan mengurangi utang untuk menjaga prospek perekonomian jangka menengah. Saat ini kami melihat komitmen dari pemerintah Australia merupakan sesuatu yang sangat baik, karena dapat memberikan dukungan penuh terhadap pemulihan perekonomian, sehingga tidak hanya mengandalkan kebijakan moneter dari Bank Sentral. Bauran kebijakan tersebut akan menjadi kekuatan baru bagi Australia untuk dapat bertahan ditengah situasi dan kondisi saat ini serta melakukan pemulihan yang lebih cepat dari negara lainnya. Apalagi Bank Sentral Australia kami lihat masih memiliki ruang yang cukup apabila ingin menurunkan tingkat suku bunganya kembali.

3.YUK MULAI BANGKIT

Pemulihan ekonomi dalam negeri menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang saat ini telah menarik perhatian para pemilik modal. Beberapa upaya dari pemerintah dalam rangka mempercepat adanya pemulihan di tahun depan dan menopang perlambatan pada tahun ini turut menjadi perhatian pelaku pasar. Belakangan yang cukup menarik perhatian adalah disahkannya RUU Cipta Kerja oleh DPR dan Pemerintah. Tentu apabila tujuan besar dari Langkah tersebut terjadi akan ada banyak dampaknya, salah satunya adalah efisiensi dari segi birokrasi, transparansi proses dimana system elektronik dianggap dapat menjadi solusi guna meningkatkan peringkat EODB sehingga mendatangkan Foreign Direct Investment. Aliran FDI tersebut tentunya diperlukan Indonesia guna cepat mengalami pemulihan dan menaikkan permintaan terhadap Kawasan industry serta sewa perkantoran yang dalam beberapa tahun belakangan memang cukup terpukul. Menurut research yang diterbitkan Colliers International, Sektor properti perkantoran di DKI Jakarta diperkirakan pulih pada 2022. Berdasarkan data Colliers International Indonesia, proyeksi pasok kumulatif di Jakarta saat ini tercatat 10,3 juta m2, dengan 6,9 juta m2 atau sekitar 66 persennya terletak di CBD. Selain itu, jumlah ruang kantor di Jakarta yang belum terserap tercatat 1,9 juta m2, dengan 68 persennya dipasok di CBD. Pada kuartal III/2020 tidak ada pasokan baru baik di CBD maupun di luar CBD. Saat ini kegiatan konstruksi melambat termasuk fitting out. Selain itu, penjadwalan ulang beroperasinya gedung perkantoran sangat mungkin terjadi. Untuk sepanjang tahun ini, para pengembang kemungkinan besar akan menunda untuk memulai kontruksi proyek gedung perkantoran yang masih dalam tahap perencanaan. Colliers International memperkirakan tambahan pasokan perkantoran di Jakarta mencapai 1,22 juta m2 selama 2020 hingga 2024 dengan sekitar 800.000 m2 di antaranya dipasok di CBD. Mereka juga menilai masih perlu waktu untuk bisnis perkantoran untuk bisa kembali normal lagi. Proyeksi tingkat permintaan ruang perkantoran lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi yang sebelumnya, akibat pandemi yang membuat lambat pertumbuhan ekonomi. Apabila pemulihan terlihat pada tahun 2021, kami menilai untuk sektor property ini dapat lebih lambat melihat pemulihan dari sector tersebut sangat bergantung pada daya beli masyarakat dan aliran dana masuk pada sector riil. Proses dari efisiensi birokrasi diharapkan dapat mempercepat aliran investasi masuk dan proses izin dari bisnis ke depannya.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak menguat dan ditradingkan pada level 5,003 – 5,073. Ketidakstabilan politik di Indonesia mungkin akan mencuri perhatian pelaku pasar dan investor, namun diharapkan rencana paket stimulus dari Amerika yang lebih besar akan menjadi obat bagi volatilitas pasar hari ini,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Jumat (09/10/2020).