Wall Street Melemah Dipicu Kekhawatiran Gelombang Kedua COVID-19

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Senin (26/10/2020) dipicu kekhawatiran berlangsungnya gelombang kedua pandemi virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, terjun 650,19 poin, atau sekitar 2,29 persen, menjadi 27.685,38. Indeks S&P 500 anjlok 63,38 poin, atau sekitar 1,83 persen, menjadi 3.402,01. Indeks komposit Nasdaq merosot 193,63 poin, atau sekitar 1,68 persen, menjadi 11.354,66.

Jumlah kasus baru COVID-19 secara global berada di kisaran 400.000 kasus per hari dalam beberapa hari terakhir. Total jumlah kasus COVID-19 mencapai 43,7 juta kasus.

Tingginya jumlah kasus baru COVID-19 memunculkan kekhawatiran berlangsungnya kembali lockdown. Di Eropa, pembatasan sosial secara ketat telah diberlakukan di beberapa negara.

Para investor juga memperhatikan dengan seksama kelanjutan negosiasi paket stimulus. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS Nancy Pelosi menyatakan dirinya yakin kesepakatan terkait paket stimulus akan tercapai sebelum pilpres AS berlangsung 3 November mendatang.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat dipicu kekhawatiran penyebaran COVID-19. Harga emas untuk pengiriman Desember 2020 naik 50 sen menjadi US$1.905,7 per ons.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi penguatan nilai tukar dolar AS, dengan indeks dolar AS meningkat 0,255 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa anjlok 1,8 persen, dipicu pembatasan sosial secara ketat yang berlangsung di Italia dan Spanyol.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, merosot 68,27 poin, atau sekitar 1,16 persen, menjadi 5.792,01. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, terjun 468,57 poin, atau sekitar 3,71 persen, menjadi 12.177,18.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melorot 96,50 poin, atau sekitar 1,40 persen, menjadi 6.796,90. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, anjlok 93,52 poin, atau sekitar 1,90 persen, menjadi 4.816,12.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3027 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,2 persen menjadi 1,1020 euro per pound.