Laba UNTR Turun 38 Persen Pada Kuartal III 2020

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT United Tractors Tbk (IDX: UNTR) pada akhir September 2020 mencatakan laba bersih sebesar Rp5,3 triliun, atau turun 38 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,6 triliun.

Berdasarkan keterangan resmi emiten alat berat dan tambang grup Astra Internasional itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/10/2020), dijelaskan bahwa penurunan laba itu didorong oleh penurunan pendapatan bersih konsolidasian Perseroan 29 persen menjadi Rp46,5 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 yang tercatat Rp65,6 triliun.

Jelasnya, pada akhir September 2020, volume penjualan alat berat Komatsu tercatat sebanyak 1.191 unit atau turun 54 persen jika dibandingkan dengan periode September 2019 sebanyak 2.568 unit.

“Turunnya harga komoditas dan penurunan aktivitas di semua sektor pengguna alat berat berdampak pada berkurangnya permintaan alat berat. Dari total keseluruhan penjualan alat berat,” tulis manajemen UNTR.

Sementara pada lini usaha kontraktor pertambangan, melalui PT Pamapersada Nusantara Sampai dengan triwulan ketiga tahun 2020, unit usaha Kontraktor Penambangan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp22,1 triliun atau turun sebesar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Pada sisi pertambangan batu bara,melalui PT Tuah Turangga Agung mencatatkan penjualan batu bara sampai triwulan ketiga tahun 2020 mencapai 7,1 juta ton termasuk 1,2 juta ton batu bara kokas, atau naik sebesar 11 persen dari periode yang sama tahun 2019 sebesar 6,5 juta ton.

Tapi  pendapatan unit usaha pertambangan batu bara mencatat penurunan sebesar 11 persen dari periode yang sama di tahun 2019 menjadi Rp7,5 triliun dikarenakan penurunan rata-rata harga jual batu bara.

Nasib serupa juga dialami pertambangan emas perseroan, melalui PT Agincourt Resources yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Sampai dengan bulan September 2020, total penjualan dari tambang emas Martabe mencapai 256,0 ribu ons atau turun sebesar 16 persen dari periode yang sama tahun 2019 sebesar 306,2 ribu ons, sehingga pendapatan bersih unit usaha Pertambangan Emas sampai dengan bulan September 2020 turun sebesar enam persen menjadi Rp5,5 triliun.