ANALIS MARKET (21/10/2020) : Pasar Obligasi Berpotensi Menguat Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, lelang obligasi kemarin (20/10), WOW banget pakai bingits.

Pasalnya, ditengah situasi dan kondisi saat ini, kami melihat bahwa total penawaran yang masuk cukup memberikan kami semangat dan harapan bahwa pasar obligasi mulai kembali memberikan daya tariknya.

Tak bisa dipungkiri, bahwa total penawaran yang berada di atas Rp 80 T, menjadi sebuah tolok ukur bahwa pasar obligasi kembali diminati sekaligus menjadi sebuah tanda bahwa ada animo disana meskipun masih belum dalam jumlah yang besar.

Yang menariknya adalah, bahwa pemerintah menyerap lebih banyak dari biasanya, bahkan hingga diatas Rp 30 T.

Tentu hal ini menjadi indikasi yang menarik, apakah pemerintah mengejar penyerapan surat utang yang lebih besar untuk menutupi deficit, ataukah pemerintah menyerap untuk menggerakan pasar obligasi?

Kami melihat ada potensi keduanya memang terjadi saat ini. Oleh sebab itu, kami melihat hingga akhir tahun apabila situasi dan kondisinya terus menerus seperti ini, ada harapan bahwa pasar obligasi dapat menyentuh di 6.5% untuk imbal hasil obligasi 10y.

Pertanyaannya apakah mungkin? Mungkin saja pemirsa, karena saat ini ada percikan api yang dapat mendorong hal tersebut terjadi. Yaitu pemilu presiden Amerika.

Hal ini akan memberikan pengaruh dalam jangka waktu pendek dan panjang secara bersamaan. Dalam jangka waktu pendek berarti memberikan kepastian terhadap pasar siapa Presidennya sehingga akan memberikan arah terkait dengan kebijakannya di masa yang akan datang. Tidak menutup kemungkinan hal tersebut memberikan capital inflow terhadap pasar.

Tapi kali ini dengan adanya Omnibus Law kami berharap semoga saja hal tersebut tidak masuk ke dalam pasar keuangan saja, melainkan juga masuk ke dalam sector riil.

Lebih lanjut analis Pilarmas menilai, diperdagangan Rabu (21/10) pagi ini, pasar obligasi masih akan dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas.

Fokus selanjutnya adalah, mengamati, apakah imbal hasil obligasi dapat menyentuh di level 6.6% atau tidak. Apabila berhasil menyentuh, jual akan menjadi pilihan untuk aksi ambil untung sementara waktu.

“Kami merekomendasikan beli hari ini,” jelas analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Rabu (21/10/2020).

Adapun cerita hari ini akan kita awali dari;

1.LAGI LAGI, EKSPEKTASI DAN HARAPAN

Seperti bukan sesuatu yang asing kembali pemirsa, mendengar kata kata ekspektasi dan harapan menjadi sebuah lauk pauk di pasar untuk saat ini. Memang begitu apa adanya, memang begitu kenyataannya, ditengah situasi dan kondisi saat ini, penopangnya hanyalah ekspektasi dan harapan. Nah kali ini hal tersebut datang dari adanya pembicaraan antara Pelosi dengan Mnuchin yang konon katanya semakin dekat dengan kesepakatan. Pelosi tetap akan mengejar stimulus untuk minggu ini khususnya dengan deadline hari Selasa kemarin waktu setempat. Kesepakatan ini harus dikejar secepat mungkin agar RUU tersebut dapat disahkan pada hari pemilihan presiden Amerika nanti. Tidak hanya itu saja, White House juga menyampaikan lho tentang optimisme akan pembicaraan tersebut, karena ada progress yang nyata disana terkait dengan kesepakatan tersebut. Mereka mengatakan bahwa semua orang bekerja keras untuk mendapatkan kesepakatan pada pekan ini, meskipun ada beberapa masalah yang belum terselesaikan. Yaa, berarti kita gagal donk ya mendapatkan kesepakatan pada hari Selasa waktu setempat? Setidaknya kita berharap bahwa minggu ini kesepakatan tersebut nyata adanya. Meadows mengatakan bahwa kami masih memiliki beberapa cara untuk mencapai sebuah kesepakatan. Jika perbedaan yang tersisa dapat di diskusikan dan di sepakati, maka focus berikutnya adalah Senat Republik yang masih menjadi penghalang utama, karena masih cukup banyak anggota yang menentang RUU tersebut. McConnell memberikan peringatan kepada White House untuk tidak terburu buru untuk membuat kesepakatan sebelum pemilihan presiden. Namun kami yakin, apabila kesepakatan ini tidak tercapai gara gara Senat, maka suara Trump berpotensi mengalami penurunan. Oleh sebab itu setidaknya antara White House dan Pelosi harus tercapai kata sepakat, agar bolanya berpindah ke Senat. Karena Senat dikuasai oleh Partai Republik, dan Presiden Trump berasal dari Partai Republik, bukan tidak mungkin apa yang dikatakan Trump,” Berikan saya waktu 2 menit untuk berbicara terhadap Senat” itu adalah benar adanya untuk menjaga probabilitas kemenangan Trump pada pemilu nanti. Ini bukan kepentingan segelintir orang, tapi ini kepentingan untuk masyarakat Amerika. Bagaimana mau membuat Amerika Great Again, kalau ternyata kesehatan dan kesejahteraan rakyatnya saja tidak di prioritaskan. Kabar terakhir bahwa tawaran nilai kesepakatan dari White House kembali naik menjadi $1.88 triliun, lumayan dah naiknya. Jangan-jangan nanti tawarannya menjadi $1.999 triliun pemirsa, seperti belanja di department store :D. Adanya kesepakatan yang kian mendekati kenyataan memberikan adanya ekspektasi dan harapan yang mendorong harga saham di Amerika mengalami kenaikkan. Namun ingat, kedua obat ini bisa menjadi suka, namun juga bisa menjadi duka. Drew Hammill mengatakan bahwa para negosiator semakin mendekati kesepakatan dan kedua belah pihak semakin focus untuk berdiskusi. Mitt Romney mengatakan kepada wartawan bahwa tidak mungkin level $1.8 triliun tersebut dapat melewati Senat, namun untuk sementara Senat ini kita kesampingkan karena itu urusan Trump dalam 2 menit. Sejauh ini McConnell akan mencoba untuk melakukan pemungutan suara secara simbolis untuk Undang Undang Perlindungan Gaji yang berkelanjutan senilai $120 miliar, yang dimana Undang Undang tersebut memberikan bantuan terhadap usaha dalam skala kecil. Tidak hanya itu saja, McConnell juga mengatakan bahwa dirinya akan berusaha untuk menjalankan paket bantuan dengan nilai GOP$500 miliar yang akan memberikan tunjangan terhadap pengangguran yang sebelumnya sudah habis masanya serta memberikan keringanan kepada usaha kecil. Well, ini ekspektasinya, ini harapannya, hal ini akan memberikan kesempatan kepada pasar saham dan obligasi hari ini untuk mendapatkan angin untuk mengalami kenaikkan meskipun hanya dalam rentang terbatas menurut kami.

2.SPIRIT OF AUSTRALIA

Bank Sentral Australia pada akhirnya memberikan pernyataan untuk memberikan pelonggaran kebijakan lebih lanjut untuk memberikan daya tarik tambahan sebagai bagian dari upaya untuk mendorong perekonomian agar mengalami pemulihan lebih cepat. Beberapa kebijakan moneter akan dilonggarkan untuk mendorong perekonomian, dan menegaskan bahwa saat ini focus utamanya adalah mengatasi tingkat pengangguran yang mengalami kenaikkan. Ini menjadi prioritas nasional yang paling penting. Tingkat pengangguran Australia mengalami kenaikkan menjadi 6.9% pada bulan September lalu, dan Bank Sentral telah memberikan proyeksi akan mencapai puncaknya hingga ke level 10%. Bank Sentral Australia telah memberikan isyarat untuk mempertimbangkan langkah langkah lebih lanjut untuk mendukung pemulihan perekonomian karena beberapa negara bagian Tenggara mulai dilakukan pembukaan aktifitas perekonomian. Pembuat kebijakan juga akan mempertimbangkan untuk memperluas program pinjaman bank dan memberikan stimulus tambahan. Kami melihat bahwa saat ini focus Bank Sentral Australia akan terpusat untuk memperpanjang durasi tingkat suku bunga rendah serta menjaga tingkat inflasi untuk mengalami kenaikkan secara berkelanjutan sehingga dapat mendorong perbaikan khususnya di bidang ketenagakerjaan. Risalah Bank Sentral Australia juga memberikan informasi bahwa Dewan akan memberikan dampak dari pelonggaran yang berkelanjutan terhadap stabilitas keuangan dengan memperkuat neraca ekonomi dan sector swasta melalui pengurangan kredit macet. Dewan juga melihat neraca yang lebih besar oleh Bank Sentral memberikan kontribusi terhadap penurunan imbal hasil menjadi lebih rendah khususnya di beberapa negara maju. S&P Global Ratings juga memberikan peringkat terhadap utang jangka panjang Australia di AAA dengan outlook negative yang dimana hal tersebut memberikan gambar memburuknya posisi fiscal di Australia. Christopher Kent, Asisten Gubernur mengatakan bahwa Bank Sentral Australia akan memperluas fasilitas pinjaman bank dengan cara sebagai berikut; 1. Pemberian pinjaman kepada perusahaan dan rumah tangga dengan biaya yang lebih murah. 2. Membeli obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah atau swasta. 3. Melunasi hutang yang memiliki jatuh tempo. Kent mengatakan bahwa pelonggaran yang telah dilakukkan saat ini dengan mengunakan neraca keuangan yang jauh lebih besar dibandingkan krisis keuangan pada tahun 2008.