ANALIS MARKET (21/10/2020) : IHSG Memiliki Peluang Bergerak Bervariasi Cenderung Menguat Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan hari Selasa, 20/10/2020, IHSG ditutup melemah 26 poin atau -0,52% menjadi 5,099. Sektor property, industry konsumsi, infrastruktur, pertambangan, keuangan, perkebunan, perdagangan bergerak negatif dan menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG kemarin. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar 168 miliar rupiah.

Adapun cerita hari ini akan kita awali dari;

1.LAGI LAGI, EKSPEKTASI DAN HARAPAN

Seperti bukan sesuatu yang asing kembali pemirsa, mendengar kata kata ekspektasi dan harapan menjadi sebuah lauk pauk di pasar untuk saat ini. Memang begitu apa adanya, memang begitu kenyataannya, ditengah situasi dan kondisi saat ini, penopangnya hanyalah ekspektasi dan harapan. Nah kali ini hal tersebut datang dari adanya pembicaraan antara Pelosi dengan Mnuchin yang konon katanya semakin dekat dengan kesepakatan. Pelosi tetap akan mengejar stimulus untuk minggu ini khususnya dengan deadline hari Selasa kemarin waktu setempat. Kesepakatan ini harus dikejar secepat mungkin agar RUU tersebut dapat disahkan pada hari pemilihan presiden Amerika nanti. Tidak hanya itu saja, White House juga menyampaikan lho tentang optimisme akan pembicaraan tersebut, karena ada progress yang nyata disana terkait dengan kesepakatan tersebut. Mereka mengatakan bahwa semua orang bekerja keras untuk mendapatkan kesepakatan pada pekan ini, meskipun ada beberapa masalah yang belum terselesaikan. Yaa, berarti kita gagal donk ya mendapatkan kesepakatan pada hari Selasa waktu setempat? Setidaknya kita berharap bahwa minggu ini kesepakatan tersebut nyata adanya. Meadows mengatakan bahwa kami masih memiliki beberapa cara untuk mencapai sebuah kesepakatan. Jika perbedaan yang tersisa dapat di diskusikan dan di sepakati, maka focus berikutnya adalah Senat Republik yang masih menjadi penghalang utama, karena masih cukup banyak anggota yang menentang RUU tersebut. McConnell memberikan peringatan kepada White House untuk tidak terburu buru untuk membuat kesepakatan sebelum pemilihan presiden. Namun kami yakin, apabila kesepakatan ini tidak tercapai gara gara Senat, maka suara Trump berpotensi mengalami penurunan. Oleh sebab itu setidaknya antara White House dan Pelosi harus tercapai kata sepakat, agar bolanya berpindah ke Senat. Karena Senat dikuasai oleh Partai Republik, dan Presiden Trump berasal dari Partai Republik, bukan tidak mungkin apa yang dikatakan Trump,” Berikan saya waktu 2 menit untuk berbicara terhadap Senat” itu adalah benar adanya untuk menjaga probabilitas kemenangan Trump pada pemilu nanti. Ini bukan kepentingan segelintir orang, tapi ini kepentingan untuk masyarakat Amerika. Bagaimana mau membuat Amerika Great Again, kalau ternyata kesehatan dan kesejahteraan rakyatnya saja tidak di prioritaskan. Kabar terakhir bahwa tawaran nilai kesepakatan dari White House kembali naik menjadi $1.88 triliun, lumayan dah naiknya. Jangan-jangan nanti tawarannya menjadi $1.999 triliun pemirsa, seperti belanja di department store :D. Adanya kesepakatan yang kian mendekati kenyataan memberikan adanya ekspektasi dan harapan yang mendorong harga saham di Amerika mengalami kenaikkan. Namun ingat, kedua obat ini bisa menjadi suka, namun juga bisa menjadi duka. Drew Hammill mengatakan bahwa para negosiator semakin mendekati kesepakatan dan kedua belah pihak semakin focus untuk berdiskusi. Mitt Romney mengatakan kepada wartawan bahwa tidak mungkin level $1.8 triliun tersebut dapat melewati Senat, namun untuk sementara Senat ini kita kesampingkan karena itu urusan Trump dalam 2 menit. Sejauh ini McConnell akan mencoba untuk melakukan pemungutan suara secara simbolis untuk Undang Undang Perlindungan Gaji yang berkelanjutan senilai $120 miliar, yang dimana Undang Undang tersebut memberikan bantuan terhadap usaha dalam skala kecil. Tidak hanya itu saja, McConnell juga mengatakan bahwa dirinya akan berusaha untuk menjalankan paket bantuan dengan nilai GOP$500 miliar yang akan memberikan tunjangan terhadap pengangguran yang sebelumnya sudah habis masanya serta memberikan keringanan kepada usaha kecil. Well, ini ekspektasinya, ini harapannya, hal ini akan memberikan kesempatan kepada pasar saham dan obligasi hari ini untuk mendapatkan angin untuk mengalami kenaikkan meskipun hanya dalam rentang terbatas menurut kami.

2.SPIRIT OF AUSTRALIA

Bank Sentral Australia pada akhirnya memberikan pernyataan untuk memberikan pelonggaran kebijakan lebih lanjut untuk memberikan daya tarik tambahan sebagai bagian dari upaya untuk mendorong perekonomian agar mengalami pemulihan lebih cepat. Beberapa kebijakan moneter akan dilonggarkan untuk mendorong perekonomian, dan menegaskan bahwa saat ini focus utamanya adalah mengatasi tingkat pengangguran yang mengalami kenaikkan. Ini menjadi prioritas nasional yang paling penting. Tingkat pengangguran Australia mengalami kenaikkan menjadi 6.9% pada bulan September lalu, dan Bank Sentral telah memberikan proyeksi akan mencapai puncaknya hingga ke level 10%. Bank Sentral Australia telah memberikan isyarat untuk mempertimbangkan langkah langkah lebih lanjut untuk mendukung pemulihan perekonomian karena beberapa negara bagian Tenggara mulai dilakukan pembukaan aktifitas perekonomian. Pembuat kebijakan juga akan mempertimbangkan untuk memperluas program pinjaman bank dan memberikan stimulus tambahan. Kami melihat bahwa saat ini focus Bank Sentral Australia akan terpusat untuk memperpanjang durasi tingkat suku bunga rendah serta menjaga tingkat inflasi untuk mengalami kenaikkan secara berkelanjutan sehingga dapat mendorong perbaikan khususnya di bidang ketenagakerjaan. Risalah Bank Sentral Australia juga memberikan informasi bahwa Dewan akan memberikan dampak dari pelonggaran yang berkelanjutan terhadap stabilitas keuangan dengan memperkuat neraca ekonomi dan sector swasta melalui pengurangan kredit macet. Dewan juga melihat neraca yang lebih besar oleh Bank Sentral memberikan kontribusi terhadap penurunan imbal hasil menjadi lebih rendah khususnya di beberapa negara maju. S&P Global Ratings juga memberikan peringkat terhadap utang jangka panjang Australia di AAA dengan outlook negative yang dimana hal tersebut memberikan gambar memburuknya posisi fiscal di Australia. Christopher Kent, Asisten Gubernur mengatakan bahwa Bank Sentral Australia akan memperluas fasilitas pinjaman bank dengan cara sebagai berikut; 1. Pemberian pinjaman kepada perusahaan dan rumah tangga dengan biaya yang lebih murah. 2. Membeli obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah atau swasta. 3. Melunasi hutang yang memiliki jatuh tempo. Kent mengatakan bahwa pelonggaran yang telah dilakukkan saat ini dengan mengunakan neraca keuangan yang jauh lebih besar dibandingkan krisis keuangan pada tahun 2008.

3.JANGAN LAMA LAMA LHO!

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengungkapkan serapan program PEN masih hampir mencapai separuh dari total dana yang dialokasikan sebesar Rp695,2 triliun. Anggaran PEN terbagi atas beberapa subprogram yakni untuk kesehatan (Rp84,02 triliun), perlindungan sosial (Rp242,01 triliun), sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (Rp71,54 triliun), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM (Rp128,05 triliun), korporasi (Rp49,05 triliun), dan insentif usaha (120,61 triliun). Ia juga menjelaskan bahwa saat ini realisasinya yaitu untuk kluster kesehatan sebesar Rp27,59 triliun. Angka ini naik Rp5,66 triliun dari September lalu. Kemudian untuk realisasi program perlindungan sosial sebesar Rp167,08 triliun, naik Rp10,06 trilun dari bulan lalu. Kluster sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah menyerap Rp28 triliun, naik Rp1,39 trilun. Untuk dana PEN sebagai insentif usaha telah tersalurkan Rp29,68 triliun, naik Rp1,61 triliun. Adapun, dana PEN sebagai dukungan bagi pelaku UMKM terserap Rp91,77 triliun, naik dari Rp6,92 trilun pada bulan September. Sementara itu, dana PEN untuk pembiayaan korporasi masih belum tersalurkan karena menunggu waktu yang tepat. Berdasarkan data realisasi program PEN mengalami akselerasi yang signifikan selama bulan Agustus dan September 2020. Secara total kenaikan serapan pada 14 Oktober sebesar 25,64 triliun. Kenaikan September-Oktober jauh lebih rendah dari sebelumnya. Juli - Agustus naik 63,93 triliun dan Agustus-September Rp106,88 triliun. Kami melihat menjelang akhir tahun program PEN dan belanja pemerintah dari adanya pemilihan kepala daerah yang serentak se-Indonesia dapat dapat mendorong membaiknya daya beli masyarakat pada kuartal IV.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak bervariasi cenderung menguat terbatas dan ditradingkan pada level 5,047 – 5,184. Setelah sebelumnya IHSG ketiup angin, kali ini IHSG sudah membawa payung yang bernama payung harapan. Harapan akan stimulus yang konon katanya hampir sedikit lagi tercapai kata sepakat di Amerika. Tetap hati hati, cermati setiap sentiment yang ada ya! Karena angin dapat berubah menjadi badai sewaktu waktu,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Rabu (21/10/2020).