Masa Pandemi Covid-19 Gerus Arus Kas Perusahaan Kakap

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Berdasarkan kajian Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), perusahaan-perusahaan dengan aset kakap yang juga merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengalami gangguan arus kas selama masa pandemi Covid-19.

Seperti disampaikan Direktur Utama Pefindo, Salyadi Saputra dalam seminar “Restrukturisasi dan Tindakan Korporasi” secara virtual, Selasa (20/10/2020).

“Banyak perusahaan yang terganggu arus kasnya, bahkan perusahaan dengan peringkat triple AAA (peringkat efek tertinggi) dan perusahaan BUMN saat ini, arus kasnya tergerus begitu dalam karena dampak pandemi Covid-19,” kata dia.

Ia memberi contoh Angkasa Pura selaku pengelola bandar udara yang notabene Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga mengalami penurunan penerimaan, sehingga arus kas turun.

“Kita tidak menduga bandara tiba-tiba kosong melompong, sehingga pendapatannya tinggal 20 persen dibanding sebelum pandemi Covid-19,” kata dia.

Menurutnya, arus kas menjadi perhatian utama Pefindo, sebab kemampuan menunaikan kewajiban tersebut menggunakan arus kas.

“Arus kas sangat penting, karena bayar utang tidak pakai aset atau bahkan net income (laba bersih),” jelas dia.

Namun, lanjut dia, pihaknya tidak serta merta menurunkan peringkat perusahaan-perusahaan yang mengalami gangguan arus kas.

Sebab, pihaknya juga melihat kemampuan penunaian kewajiban.

“Kemampuan penunaian kewajiban itu bisa dari pemilik dan ataupun dari kreditur. Sebab, sebagian besar perusahaan di Indonesia membayar utang dengan utang kembali, sebab umumnya tenornya pendek,” jelas dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, terdapat 61 emiten surat utang terdampak pandemi Covid-19.

Rinciannya, tujuh emiten penerbit obligasi senilai total Rp13,7 triliun sangat terdampak dan 54 emiten obligasi dengan total nilai penerbitan Rp183,06 triliun.