ANALIS MARKET (20/10/2020) : IHSG Memiliki Peluang Bergerak Bervariatif Dengan Potensi Menguat Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan hari Senin, 19/10/2020, IHSG ditutup menguat 22 poin atau +0,44% menjadi 5,126. Sektor pertambangan, keuangan, aneka industri, property, perdagangan, industri dasar bergerak positif dan menjadi kontributor terbesar pada kenaikan IHSG kemarin. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar 394 miliar rupiah.

Adapun cerita hari ini akan kita awali dari;

1.GELAP SIH TAPI ADA CAHAYA DISANA

Semakin lama virus tidak terkendali, maka semakin besar ketidakpastian dalam pemulihan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini yang dilihat oleh para pengamat ekonomi dunia lainnya, meskipun ada beberapa alasan untuk mulai optimis. Direktur IMF Kristalina Georgieva mengatakan bahwa situasi dan kondisinya tidak seburuk yang kami perkirakan 3 bulan yang lalu, namun situasi dan kondisinya tetap saja mengerikan. Hal ini disampaikan oleh IMF dalam pertemuan tahunan dengan World Bank. IMF mengatakan bahwa para pembuat kebijakan tidak boleh menghentikan dukungan ditengah situasi dan kondisi saat ini untuk mencegah kemunduran dalam perekonomian. Sejauh ini dukungan dari Bank Sentral yang belum pernah terjadi sebelumnya ditambah dukungan fiscal sebesar $12 triliun membuat perekonomian global pulih yang juga didorong oleh perekonomian China yang terus mengalami peningkatan sehingga memberikan dukungan pertumbuhan terhadap perekonomian dunia. Beberapa point yang menjadi catatan sebagai berikut; 1. IMF sebelumnya telah memberikan proyeksi yang lebih baik terkait dengan kontraksi perekonomian global yang dimana sebelumnya 5.2% mejadi 4.4% pada tahun ini. Pemberian berbagai respon kebijakan terhadap situasi dan kondisi menjadi salah satu point penting terhadap situasi dan kondisi saat ini. Di Amerika dan negara negara maju lainnya akan merasakan situasi dan kondisi yang sulit selama beberapa tahun mendatang meskipun kebijakan fiscal dan moneter dapat memberikan situasi dan kondisi yang lebih baik. Namun situasi dan kondisi akan lebih sulit untuk bagian Amerika latin dimana IMF memperkirakan pendapatan per kapita akan berada di bawah level tahun 2015 dan akan mengalami hal tersebut hingga tahun 2025 mendatang. IMF mengatakan bahwa langkah langkah fiscal dan moneter telah membantu perekonomian dunia dari keterpurukan yang lebih dalam, namun kapan permainan berakhir masih belum dapat diperkirakan. IMF tetap melihat bahwa jalan keluar dari situasi dan kondisi saat ini berasal dari kehadiran vaksin yang dimana dapat membuat situasi dan kondisi akan ketidakpastian berkurang. Kepala ekonom Bank Dunia, Carmen Reinhart mengatakan bahwa situasi dan kondisi saat ini berpotensi berubah menjadi krisis ekonomi dalam skala yang lebih besar dengan konsekuensi di sector keuangan yang lebih serius apabila tidak ditangani secepatnya. Apa yang China lakukan terhadap wabah virus corona membuat perekonomiannya berada di posisi yang lebih baik sehingga mendorong perekonomian China pulih lebih cepat. IMF melihat perekonomian global pada akhir tahun 2021 mengalami kenaikkan 0.6% lebih tinggi dibandingkan 2019 sebelum pandemic terjadi, namun pemulihan itu terjadi didorong sepenuhnya oleh China. Negara lain membutuhkan waktu setidaknya hingga 2022 untuk mendapatkan pemulihan yang lebih tinggi. Ekonomi China akan mengalami peningkatan pangsa pasar globalnya menjadi 27.7% pada tahun 2025, yang dimana angka tersebut lebih besar 3x lipat dibandingkan Amerika menurut perhitungan Bloomberg yang menggunakan data dari IMF. Menariknya India akan berada di posisi kedua dengan nilai 13% yang diikuti oleh Amerika. Namun yang membuatnya lebih menarik, Indonesia berada di urutan ke 4 setelah Amerika dengan nilai pasar global 3.5%. Wow banget kan pemirsa ??. Negara asing yang memiliki hutang hampir 60% dari hutang bilateral yang dimana harus dibayar oleh negara negara miskin di dunia tahun ini menjadikan posisi China menjadi point penting untuk meringankan hutang negara negara tersebut agar dapat menjaga prospek perekonomian negara negara yang sedang dilanda krisis. 2. G20 sejauh ini telah setuju untuk memberikan keringanan terkait dengan utang dari negara negara miskin didunia hingga pertengahan tahun 2021. 73 negara termiskin yang telah memenuhi syarat untuk program G-20's Debt Service Suspension Initiative telah mengalami kenaikkan sebanyak $744 miliar hingga tahun lalu. Sejauh ini negara miskin tersebut baru mendapatkan bantuan senilai $5miliar dari program tersebut. President Bank Dunia David Malpass telah meminta Bank dan Perusahaan investasi untuk memberikan lebih banyak keringanan. 3. IMF memberikan catatan penting bahwa negara negara tidak boleh menghapus stimulus fiscal lebih awal, sehingga hal tersebut memberikan gambaran bahwa bahwa bantuan fiscal di Amerika masih sangat dibutuhkan. Meskipun demikian, IMF memberikan peringatan bahwa kenaikkan utang pada akhirnya akan membuat para pembuat kebijakan berfikir ulang karena rekor pinjaman global terhadap GDP sudah hampir mencapai 100% tahun ini dan berpotensi untuk terus mengalami peningkatan. Memang, sejauh ini tingkat suku bunga rendah dan pertumbuhan yang lebih cepat dapat membantu hal tersebut untuk memberikan keringanan terhadap pembayaran bunga. Bukan kabar yang buruk ditengah situasi dan kondisi saat ini, karena berita tersebut memberikan kekuatan tambahan bagi ekspektasi dan harapan akan pemulihan dan perekonomian yang lebih baik di tahun mendatang.

2.BAIK DAN BURUKNYA

Bank Dunia menyatakan kesiapannya dalam bekerja sama dengan Indonesia perihal pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja sebagai upaya reformasi ekonomi besar-besaran. Dalam publikasi terbarunya, Bank Dunia menekankan bahwa Omnibus Law UU Cipta Kerja ini dapat mendukung pemulihan ekonomi dan memberikan pertumbuhan jangka panjang yang tangguh bagi Indonesia. Bank Dunia juga memberi catatan bahwa implementasi dari UU Ciptaker secara konsisten sangat penting dilakukan. UU ini dinilai memerlukan peraturan pelaksanaan yang kuat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan menghapus berbagai pembatasan besar pada investasi dan memberikan sinyal bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis, hal ini dapat membantu menarik investor, menciptakan lapangan kerja, dan membantu Indonesia memerangi kemiskinan. Presiden Joko Widodo pun mengapresiasi pernyataan Bank Dunia terkait UU Cipta Kerja yang disahkan pada 5 Oktober lalu melalui akun media sosialnya. Di sisi lain, UU Ciptaker juga banyak diperdebatkan ahli hukum. Pasalnya dengan sistem hukum di Indonesia, UU Ciptaker yang mengadopsi sistem Anglo Saxon dianggap tidak lazim dan menabrak ketentuan mengenai mekanisme penyusunan perundang-undangan. Tenaga Ahli Badan Legislasi DPR Widodo mengatakan sudah ada perkiraan bahwa Omnibus Law UU Cipta Kerja akan melahirkan 42 aturan turunan. Perinciannya ialah 37 Peraturan Pemerintah dan 5 Perpres. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance sempat melontarkan kritik karena Omnibus Law justru akan melahirkan banyak aturan baru, sehingga dinilai kontradiktif. Sebab, masalah investasi di Indonesia selama ini yang disorot Bank Dunia, justru karena terlalu banyak aturan. "Selama 2015 sampai 2018, ada lebih dari 6.300 peraturan menteri". Namun dilain sisi, Presiden mempunyai argumen lain. Omnibus Law justru akan memangkas ribuan peraturan menteri ini karena akan diatur di level PP saja. Bahkan, ke depan akan ada PP yang mengatur secara gabungan, antara satu bidang dengan bidang lainnya. Kami melihat saat ini pelaku pasar cukup fokus pada permasalahan ini dimana birokrasi menjadi permasalahan pokok pada munculnya bisnis baru. Selain itu upaya pemerintah dalam menekan peluang angka korupsi dari banyaknya birokrasi menjadi tujuan dalam UU tersebut. Sehingga diharapkan apapun kebijakan ke depan, hal ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut pandangan kami, tentu Omnibus Law ini merupakan sesuatu yang sangat baik karena mampu menyederhanakan berbagai peraturan yang sudah ada saat ini. Apalagi dengan adanya Omnibus Law ini, Ease of Doing Business Indonesia pasti akan mengalami kenaikkan dengan target ke 60 an pada tahun 2021, dan 50 an pada tahun 2022 dari posisinya saat ini yaitu 73. Kemudahan dalam berusaha ini tentu akan menjadikan Indonesia memiliki magnet investasi yang menarik, sehingga kami berharap akan mendorong investasi di sector riil, agar Foreign Direct Investment kita mengalami kenaikkan, agar memiliki keseimbangan dengan capital inflow di pasar keuangan. Namun tentu kualitas hidup kawan-kawan kami yang berjuang juga harus diperhatikan, sehingga investor datang membuat masyarakat menjadi senang, dan itu merupakan impian semua orang.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak bervariatif dengan potensi menguat terbatas dan ditradingkan pada level 5,068 – 5,182. Pelaku pasar dan investor diperkirakan akan focus terhadap negosiasi terkait dengan stimulus yang akan terjadi pada hari ini, apabila stimulus tersepakati, maka bukan tidak mungkin pasar akan bangkit. Hati-hati, IHSG bisa saja tertiup angin hari ini,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Selasa (20/10/2020).