Wall Street Akhiri Reli

foto: istimewa

Pasardana.id - Reli yang berlangsung di Wall Street selama empat sesi beruntun berakhir pada Selasa (13/10/2020) dipicu kekhawatiran terhambatnya pengembangan vaksin virus Corona (COVID-19) oleh Johnson & Johnson.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 157,71 poin, atau sekitar 0,55 persen, menjadi 28.679,81. Indeks S&P 500 melemah 22,29 poin, atau sekitar 0,63 persen, menjadi 3.511,93. Indeks komposit Nasdaq melorot 12,36 poin, atau sekitar 0,1 persen, menjadi 11.863,90.

Johnson & Johnson awal pekan ini mengumumkan bahwa uji klinis vaksin COVID-19 yang dikembangkannya dihentikan untuk sementara waktu akibat adanya penyakit yang tidak bisa dijelaskan yang diderita partisipan uji klinis tersebut. Saham perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan tersebut anjlok 2,3 persen.

Saham Eli Lily & Co terjun 2,9 persen akibat juga menghentikan uji klinis vaksin COVID-19 yang dikembangkannya sehubungan dengan kekhawatiran keselamatan.

Para investor juga terpengaruh kabar yang menyebutkan bahwa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS Nancy Pelosi menolak proposal paket stimulus yang hanya bernilai US$1,8 triliun, atau sekitar Rp26.615 triliun, yang ditawarkan Gedung Putih karena jauh di bawah kebutuhan untuk mengatasi resesi.

Indeks perbankan S&P 500 melemah 2,7 persen dipicu rendahnya suku bunga dan perlambatan permintaan pinjaman. Saham JPMorgan dan Citigroup masing-masing tergelincir 1,6 persen dan 4,8 persen.

Saham perusahaan teknologi Apple terjun 2,7 persen usai meluncurkan iPhone 12 yang dilengkapi konektivitas 5G.

Saham maskapai penerbangan Delta Air Lines terjun 2,7 persen setelah melaprkan penurunan pendapatan sebesar 76 persen. Saham perusahaan manufaktur pesawat terbang Boeing anjlok 3,1 persen sesudah melaporkan terjadinya pembatalan pesanan Boeing 737 MAX.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2020 turun US$34,3, atau sekitar 1,78 persen, menjadi US$1.894,6 per ons. Indeks dolar AS menguat 0,2 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,4 persen, dipicu terhambatnya pengembangan vaksin COVID-19 oleh Johnson & Johnson.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 31,67 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 5.969,71. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 119,42 poin, atau sekitar 0,91 persen, menjadi 13.018,99.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 75,80 poin, atau sekitar 1,09 persen, menjadi 6.875,20. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 31,68 poin, atau sekitar 0,64 persen, menjadi 4.947,61.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3025 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,1 persen menjadi 1,1058 euro per pound.