Sebagai Trader Saham, Di Level Manakah Anda?

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Level seorang trader saham berangsur-angsur berubah seiring dengan peningkatan kemampuan analisa dan perkembangan mental sebagai seorang trader.

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman, serta hasil diskusi dengan para trader dan komunitas trader, Direktur IT & Online Trading MNC Sekuritas, Fifi Virgantria menyimpulkan, ada lima level yang idealnya dialami trader saham, antara lain: Growth Investor, Trend Following Trader, Swing Trader, Day Trader, dan Intraday Trader.

Melansir siaran pers, yang diterima Pasardana.id, Rabu (14/10), disebutkan bahwa tingkatan ini penting untuk dipahami, sehingga investor dapat mengukur strategi yang digunakan agar sesuai dengan kemampuan analisa saham dan perkembangan psikologi trading.

Idealnya, investor pemula yang baru terjun ke pasar modal menjadi seorang growth investor terlebih dulu.

“Biasanya di level pertama, growth investor melatih kedisiplinan dalam berinvestasi dengan melakukan pembelian saham secara rutin dalam periode waktu tertentu. Nilai pembeliannya tetap meskipun harga saham tersebut naik atau turun,” jelas Fifi.

“Program menabung saham dapat menjadi pilihan seorang Growth Investor dengan memfokuskan pada saham dengan nilai Return on Equity (ROE) >15%, serta analisis laporan keuangan emiten,” sambungnya.

Fifi melanjutkan, level kedua adalah Trend Following Trader, yang menginisiasi pembelian saham saat harga sudah mulai bergerak dengan kecenderungan naik (uptrend). Senjata yang digunakan adalah chart harian dan indikator Moving Average.

“Periode trading bisa dalam hitungan hari atau beberapa minggu/bulan,” lanjut Fifi.

Level ketiga, jelasnya, adalah Swing Trader, yang memanfaatkan naik turunnya harga saham sebagai area jual beli. Senjata yang digunakan Swing Trader adalah chart harian atau mingguan, serta garis tren atau channel. Periode trading bisa dalam hitungan hari atau beberapa minggu/bulan.

Level berikutnya adalah Day Trader. Day Trader memanfaatkan euforia market yang ditandai dengan lonjakan harga dan volume untuk jual beli dalam jangka pendek harian. Trader jenis ini sering melakukan pembelian saham pada sore hari untuk dijual pada besok pagi, dengan target keuntungan antara 3% - 5%. Kriteria yang digunakan oleh Day Trader antara lain: lonjakan volume, kenaikan harga, dan akumulasi market maker.

Level tertinggi adalah Intraday Trader yang memanfaatkan volatilitas harga atau swing harga naik turun dalam satu hari. Level ini mirip dengan Day Trader, hanya saja time frame-nya lebih singkat, yaitu hitungan beberapa menit dan beberapa jam saja. Target keuntungannya sangat tipis antara 0,5% – 2% tapi frekuensi trading-nya tinggi, sehingga mendapatkan akumulasi keuntungan dari beberapa transaksi yang dilakukan dalam satu hari.

“Setelah mencapai target keuntungan, Intraday Trader akan segera menjual sahamnya lalu mencari target saham lainnya untuk diperdagangkan. Senjata yang biasanya digunakan adalah minute chart dan hourly chart. Untuk mengakomodir trader level ini,” jelas Fifi.