Indeks Kospi Merosot 1,11 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 24,23 poin, atau sekitar 1,11 persen, pada Rabu (8/1/2020), menjadi 2.151,31. Volume perdagangan mencapai 900 juta saham senilai 8,6 triliun won atau sekitar US$7,34 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 847 berbanding 48.

Indeks Kospi merosot dipicu terjadinya serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Irak sebagai balasan serangan udara yang menewaskan pemimpin pasukan Quds Qassem Soleimani atas perintah Presiden AS Donald Trump.

Media Iran menyebutkan serangan rudal Iran menyebabkan tewasnya 80 orang. Sedangkan pihak pemerintah AS belum mau mengkonfirmasi jumlah korban atas serangan yang terjadi.

Menurut Cho Yeon-Ju, analis NH Investment & Securities, pengaruh ketegangan yang berlangsung di Timur Tengah akan terbatas terhadap pasar saham.

“Tensi geopolitik mencuat di Timur Tengah setelah terjadinya serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer AS. Namun pengaruhnya akan terbatas terhadap pasar keuangan, karena Trump berencana untuk melakukan pendekatan yang lunak dalam mengatasi konflik,” jelas Cho.

Investor asing membeli saham untuk sesi keempat beruntun hari ini, sebesar 259,5 miliar won. Investor institusi dan ritel masing-masing menjual saham senilai 239,6 miliar won dan 19,5 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melambung 1,79 persen dan 3,62 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia Motors sebaliknya masing-masing terjun 3,03 persen dan 1,78 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem anjlok 2,89 persen, sedangkan saham perusahaan kilang minyak SK Innovation tergelincir 5,19 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 4,40 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.170,80 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,47 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 8,80 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 6.817,60. Bursa saham di Asia Tenggara diliputi sentimen negatif, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 37,91 poin, atau sekitar 1,22 persen, menjadi 3.066,89. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 234,14 poin, atau sekitar 0,83 persen, menjadi 28.087,92.