Kasus Jiwasraya Disebut Sebagai Alasan Investor Lirik Properti

foto : istimewa

Pasardana.id - Anugerah Mega Investama menilai sektor Properti dan tambang logam akan membaik tahun 2020. Hal itu didasarkan dukungan kebijakan regulator dan kondisi geo politik Internasional.

Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee mengatakan, sektor properti mendapat dukungan dari suku bunga acuan yang turun 100 bsp tahun 2019 lalu, dan beberapa pelongaran di kebijakan LTV (loan to value).

“Tahun 2020, setahun setelah pemilu orang mulai berpikir investasi. Goyangnya investasi di produk Asuransi dan reksa dana sedikit banyak membuka angin segar bagi investasi properti,” kata dia dalam siaran pers, Jumat (24/1/2020).

Ia menambahkan, peluang pengalihan investasi sangat terbuka. Investor akan berhati-hati dengan penawaran fixed rate industri asuransi akibat khasus Jiwasraya.

“Melihat karakteristik produk dari beberapa perusahaan asuransi yang menawarkan fixed rate lumayan tinggi tetapi melakukan penempatan di investasi saham dan pasar modal yang cenderung berisiko, membuka kekhawatiran kasus yang sama terjadi di beberapa perusahaan asuransi,” papar dia.

Sedangkan Industri reksa dana juga terpukul akibat rontoknya lebih dari 35 produk reksa dana dari beberapa Manajer Investasi di akhir tahun lalu. Selama ini investor percaya investasi reksa dana berisiko lebih rendah dari pada membeli sendiri saham.

“Investor kami perkirakaan akan memilih investasi yang menjanjikan dan perlu waktu untuk memulihkan trauma yang ada,” jelas dia.

Sementara itu, lanjut dia, siklus sektor properti diperkirakan akan mencapai puncak di tahun 2012-2014 dan lalu berangsur turun.

”Maka dari tahun 2019 lalu, kami melihat awal periode kenaikan sektor properti. Target top sektor poperti akan terjadi di tahun 2023-2025 dengan awal kenaikan dari 2020,” kata dia. 

Selain membeli properti langsung, investor juga dapat membeli beberapa saham atau produk turunannya seperti real estate investment trust (REIT) melalui pasar modal.

"Kami merekomendasikan BSDE 1550, DUTI 5820, LPCK 1450, PWON 625 dan APLN 1320," tandasnya.