Enam Indeks Sektoral Terkoreksi, IHSG Ditutup Melemah -5 Point Ke Level 6.233

Foto : Pasardana.id

Pasardana.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (22/01/2020) kembali ditutup di zona merah dengan melemah -4,700 basis point atau terkoreksi -0,07% ke level 6.233,453.

Indeks bergerak dari batas bawah di level 6.223 hingga batas atas pada level 6.265.

Indeks LQ45 terpantau melemah -0,17% ke level 1.020,837. Selanjutnya, IDX30 terkoreksi -0,09% ke level 558,095. Kemudian IDX80 terpantau melemah -0,22% ke level 142,760. Sementara itu JII juga terpantau melemah -0,68% ke level 683,113. 

Enam indeks sektoral terpantau melemah dan empat indeks sektoral menguat. Sektor yang melemah antara lain: sektor Manufaktur -0,06%, sektor Mining  -1,71%, sektor Property -0,69%, sektor Basic Industry -0,02%, sektor Misc-Industry menguat 0,40% dan sektor Infrastructure terkoreksi -0,82%.

Sedangkan sektor yang menguat antara lain: sektor Consumer positif 0,02%, sektor Trade menguat 0,18%, sektor Finance positif 0,38%, dan sektor Agri menguat 0,39%.  

Adapun saham-saham yang tergolong top gainer antara lain; DMND yang naik 455 point atau menguat 49,72% ke level 1.370. Dilanjutkan AMIN yang naik 72 point atau menguat 25,00% ke level 360. PRDA menguat 23,00% atau bertambah 690 point ke level 3.690. LTLS menguat 23,00% atau naik 115 point ke level 615. BISI menguat 22,28% atau naik 185 point ke level 1.015.

Saham-saham yang tergolong top losser antara lain; LMAS -55 point atau melemah -32,73% ke level 113. GMFI melemah -27,84% atau koreksi -44 point ke level 114. DYAN terkoreksi -25 point atau melemah -25,77% ke level 72. PICO turun -295 point atau melemah -24,78% ke level 895. PEGE melemah -50 point atau turun -24,75% ke level 152.

Di sisi lain, investor melakukan transaksi sebanyak 484.481 kali senilai Rp6,907 triliun. Pada pasar reguler terjadi transaksi senilai Rp5,149 triliun dan pasar negosiasi terjadi transaksi senilai Rp1,757 triliun.

Pada sisi investor asing, tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp2,579 triliun dan aksi jual sebesar Rp2,289 triliun. Sehingga investor asing tercatat net buy sebesar Rp290 miliar.