Sebanyak 7 Sektor Memerah, IHSG Ditutup Melemah -7 Poin ke Level 6.238

Foto : Pasardana.id

Pasardana.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (21/01/2020) kembali ditutup di zona merah dengan melemah -6,890 basis point atau terkoreksi -0,11% ke level 6.238,153.

Indeks bergerak dari batas bawah di level 6.226 hingga batas atas pada level 6.257.

Indeks LQ45 terpantau positif 0,06% ke level 1.022,678. Selanjutnya, IDX30 menguat 0,20% ke level 558,599. Kemudian IDX80 terpantau positif 0,06% ke level 143,089. Sementara JII terpantau melemah -0,01% ke level 687,824. 

Tujuh indeks sektoral terpantau melemah dan tiga indeks sektoral menguat. Sektor yang melemah antara lain: sektor Manufaktur -0,40%, sektor Consumer -0,52%, sektor Trade -0,26%, sektor Mining  -0,51%, Property -1,16%, sektor Basic Industry -0,46%, dan sektor Agri -1,98%.

Sedangkan sektor yang menguat antara lain: sektor Finance positif 0,16%, sektor Misc-Industry menguat 0,08% dan sektor Infrastructure terkoreksi naik 1,04%.

Saham-saham yang tergolong top gainer antara lain; BAJA yang naik 22 point atau menguat 33,84% ke level 87. Dilanjutkan GDST yang naik 23 point atau menguat 33,82% ke level 91. KAYU menguat 26,38% atau bertambah 19 point ke level 91. AMAR menguat 24,44% atau naik 110 point ke level 560. PAMG menguat 18,58% atau naik 21 point ke level 134.

Saham-saham yang tergolong top losser antara lain; PADI -40 point atau melemah -34,78% ke level 75. PTIS melemah -34,35% atau koreksi -45 point ke level 86. AMIN terkoreksi -92 point atau melemah -24,21% ke level 288. INDR turun -570 point atau melemah -22,17% ke level 2.000. PICO melemah -310 point atau turun -20,66% ke level 1.190.

Di sisi lain, investor melakukan transaksi sebanyak 432.576 kali senilai Rp6,098 triliun. Pada pasar reguler terjadi transaksi senilai Rp4,427 triliun dan pasar negosiasi terjadi transaksi senilai Rp1,671 triliun.

Pada sisi investor asing, tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp2,220 triliun dan aksi jual sebesar Rp1,999 triliun. Sehingga investor asing tercatat net buy sebesar Rp221 miliar.