Perdagangan Awal Tahun 2020, IHSG Ditutup Melemah 16 Point Ke Level 6.284

Foto : Pasardana.id

Pasardana.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan perdana di awal tahun 2020 ini, Kamis (2 /01/2020) ditutup di zona merah dengan melemah -15,958 basis point atau terkoreksi 0,25% ke level 6.283,581.

Indeks bergerak dari batas bawah di level 6.263 hingga batas atas pada level 6.317.

Indeks LQ45 melemah -0,28% ke level 1.011,618. Selanjutnya, IDX30 melemah -0,26% ke level 552,396. Kemudian IDX80 terpantau mengalami koreksi -0,28%  ke level 142,628. Sementara itu JII juga terpantau melemah -0,52% ke level 694,394. 

Delapan indeks sektoral terpantau mengalami pelemahan dan dua indeks sektoral menguat. Sektor yang melemah antara lain: sektor Manufaktur -0,24%, Property - 0,29%, sektor Agri melemah -2,21%, sektor Misc-Industry melemah -0,84%, sektor Infrastructure melemah -1,02%, sektor Trade -0,27%, sektor Basic Industry melemah -0,77%, dan Mining melemah -0,68%. Sedangkan sektor yang menguat yaitu Finance positif 0,12% dan sektor Consumer positif 0,30%.

Sedangkan saham-saham yang tergolong top gainer antara lain; RODA yang naik 17 point atau menguat 34,00% ke level 67. Dilanjutkan DIGI yang naik 395 point atau menguat 23,86%  ke level 2.050. LCKM menguat 23,66% atau bertambah 62 point ke level 324. DILD menguat 20,00% atau naik 52 point ke level 312. TRUS menguat 16,31% atau naik 46 point ke level 328.

Adapun saham-saham yang tergolong top losser antara lain; LMAS -41 point atau melemah 27,33% ke level 109. LPLI  melemah 26,47% atau koreksi -27 point ke level 75. MFMI -190 point atau melemah 24,67% ke level 580. FIRE turun -80 point atau melemah 24,53% ke level 246. BIKA melemah -44 point atau turun 22,44% ke level 152.

Di sisi lain, investor melakukan transaksi sebanyak 371.868 kali senilai Rp4,173 triliun. Pada pasar reguler terjadi transaksi senilai Rp3,250 triliun dan pasar negosiasi terjadi transaksi senilai Rp923 triliun.

Pada sisi investor asing, tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp1,331 triliun dan aksi jual sebesar Rp1,161 triliun. Sehingga investor asing tercatat net buy sebesar Rp170 miliar.