TICMI Sukses Lahirkan Lebih Dari 20.000 Lulusan Untuk Pasar Modal Indonesia  

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) secara resmi telah meluluskan lebih dari 20.000 peserta dari berbagai program sertifikasi profesi untuk pasar modal Indonesia.

Program tersebut di antaranya adalah; Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE), WPPE Pemasaran, WPPE Pemasaran Terbatas, Wakil Manajer Investasi (WMI), Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE), dan Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM).

Pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan profesional pasar modal yang pesat, karena dalam 2 tahun ini, TICMI telah meluluskan 5.000 peserta (2017) dan 10.000 peserta (2018).

Pada tahun ini, lulusan TICMI banyak berasal dari profesional perbankan yang memiliki kebutuhan WPPE Pemasaran untuk dapat memperjualbelikan efek pasar modal, khususnya reksa dana dan obligasi, ke para nasabahnya.

Direktur Utama TICMI, Mety Yusantiati menjelaskan bahwa, mulai saat ini, TICMI akan lebih fokus kepada pengembangan kualitas profesional, investor, maupun akademisi pasar modal dan ketersediaan data/informasi pasar modal untuk menyambut era Society 5.0.

“Saat ini banyak investor luar negeri yang berlomba-lomba datang ke Indonesia karena potensi besarnya di masa depan, namun sayangnya hal tersebut belum diimbangi dengan literasi dan inklusi pasar modal kita yang masih sangat rendah," ujar Mety dalam keterangan pers, Jumat (27/9).

Di samping itu, lanjut Mety, SDM kita juga sudah mulai banyak terdisrupsi oleh kemajuan teknologi yang semakin pesat di era Industry 4.0.

"Dengan beberapa inisiatif yang telah dan akan terus kami lakukan, TICMI tentunya memiliki peranan yang besar untuk menghadapi kedua hal tersebut di era Society 5.0 yang akan sangat mengandalkan teknologi informasi namun berpusat pada kebutuhan manusia, baik profesional, investor, maupun akademisi,” terang Mety.

Adapun Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo menyampaikan, bahwa kebutuhan data dan edukasi pelaku pasar modal, termasuk para Anggota Bursa, akan semakin berkembang dalam beberapa tahun ke depan agar bisa beradaptasi dengan kemajuan zaman.

"TICMI sangat membantu kami dalam mendukung kedua hal tersebut.” ungkap Laksono.

Asal tahu saja, TICMI sebagai pusat data, edukasi, dan profesi pasar modal telah melahirkan beberapa inisiatif digital dari perpustakaan digital RIDMI (Ruang Informasi Digital TICMI), asisten virtual Sonya (chatbot), website Kampung Pasar Modal, Sekolah Pasar Modal (SPM) Online, workshop webinar, hingga kelas sertifikasi online yang tentunya sangat mendukung peningkatan literasi sekaligus inklusi pasar modal Indonesia. 

Adapun, The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) merupakan anak perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang berperan sebagai pusat referensi, edukasi, dan sertifikasi pasar modal.

TICMI memiliki visi untuk menjadi gerbang utama data, informasi, edukasi, dan profesi pasar modal Indonesia untuk dunia.

Lebih lanjut disebutkan, seluruh pencapaian TICMI selama ini tidak terlepas dari salah satu inovasi TICMI untuk menggunakan sarana yang lebih efektif dan efisien yaitu melalui platform digital.