ANALIS MARKET (20/9/2019) : Rupiah Berpotensi Menguat Menuju Kisaran Antara Rp.14.000 - Rp.14.050 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed hari ini, Jumat (20/9/2019), terlihat dari indeks futures-nya yang bervariasi dengan kecenderungan naik terbantu dengan sentimen naiknya harga minyak mentah pada pembukaan pagi ini.

Sementara mata uang kuat Asia, yen, HK dolar, dan Sin dolar dibuka menguat terhadap US dolar.

“Kondisi ini bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.000 - Rp.14.050 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom dalam riset yang dirilis Jumat (20/9/2019). 

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal BI yang putuskan suku bunga acuan 7DRR turun 25 bps begitupun dengan deposit facility dan lending facility sehingga menjadi 4,5% dan 5,5%.

Pertimbangan turun ini karena inflasi yang rendah dan imbal hasil yang masih menarik.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, BI melakukan kebijakan makroprudensial yang diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit dan permintaan kredit melalui pengaturan RIM, pelonggaran LTV untuk sektor property dan kendaraan bermotor. Kebijakan ini efektif mulai 2 Desember 2019. 

Sementara dari eksternal, pasar repo di AS kembali normal. The Fed New York kembali menginjeksi pasar repo senilai US$75 miliar pada Rabu, dan sebesar US$53 miliar pada Selasa.

Injeksi ini cukup efektif membawa pasar repo kembali oversubscribed pada hari Kamis.

Di awal pekan ini terjadi lonjakan suku bunga repo hingga mencapai 8,5% karena ketatnya likuiditas.