Indeks Kospi Turun 0,41 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 7,80 poin, atau sekitar 0,41 persen, pada Rabu (7/8/2019), menjadi 1.909,70 yang merupakan angka penutupan terendah sejak 18 Februari 2016. Untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir angka indeks mengalami penurunan enam sesi beruntun.

Volume perdagangan moderat mencapai 752 juta saham senilai 5,3 triliun won atau sekitar US$4,4 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 530 berbanding 300.

Sempat dibuka menguat mengikuti pergerakan saham di Wall Street, indeks Kospi kemudian melemah dipicu kekhawatiran para investor terhadap berlarutnya tensi antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Terakhir pemerintah AS menuduh pemerintah Tiongkok sebagai manipulator mata uang karena membiarkan nilai tukar yuan merosot, dengan nilai tukar dolar AS terhadap yuan berada di kisaran 7 yuan per dolar AS.

Menteri Keuangan Korea Selatan Hong Nam-Ki telah melakukan pertemuan darurat dengan para pejabat keuangan Negeri Ginseng sebagai persiapan langkah drastis untuk menstabilkan pasar keuangan.

“Dalam rencana kontinjensi yang sudah dibuat, pemerintah akan melakukan langkah yang cepat dan tegas, seperti kebijakan stabilisasi pasar saham dan pelonggaran regulasi buyback saham, maupun juga pengetatan aturan short selling,” kata Hong, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi total menjual saham senilai 196 miliar won, sedangkan investor ritel membeli saham senilai 177 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics turun 0,69 persen, sebaliknya saham SK Hynix melambung 1,81 persen. Saham perusahaan operator portal internet Naver merosot 0,72 persen.

Saham perusahaan otomotif berakhir di teritori positif, dengan saham Hyundai Motor dan Kia Motors masing-masing naik 0,79 persen dan 0,96 persen.

Nilai tukar won menguat tipis terhadap dolar AS, naik 0,4 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.214,90 won per dolar AS. Menurut Standard and Poor's, nilai tukar won akan tetap berada dalam tekanan selama nilai tukar yuan lemah.

Secara umum bursa saham Asia mengalami pelemahan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 41,40 poin, atau sekitar 0,64 persen, menjadi 6.519,50. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Thailand dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Singapura, Filipina, Indonesia, dan Vietnam menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 8,88 poin, atau sekitar 0,32 persen, menjadi 2.768,68.  Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 20,79 poin, atau sekitar 0,10 persen, menjadi 25.997,03.