Ciptakan Kesetaraan, Menteri Rini Ingin Penyandang Disabilitas Bekerja Di BUMN

Foto : istimewa

Pasardana.id - Rekrutmen serentak yang dilakukan BUMN untuk menjaring para pekerja terbaik di Indonesia rupanya turut memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas. 

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) misalnya, menerima 100 karyawan baru turut menjaring dua pegawai yang merupakan penyandang disabilitas.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno pun mengapresasi bergabungnya para penyandang disabilitas ke perusahaan pelat merah.

Dirinya pun berjanji  membuat program-program untuk kelompok difabel, sehingga bisa berkembang bersama BUMN.

"Untuk Bapak Ibu difabel, kami juga berterima kasih mau bergabung dengan kita. Kita juga menekankan program-program kita untuk difabel," kata Rini melalui keterangan resminya, Senin, (26/8/2019). 

Sebanyak 1.629 orang karyawan dari perwakilan 99 BUMN yang terpilih dalam Program Perekrutan Bersama (PPB) BUMN 2019 menghadiri kegiatan Inaugurasi dan Pembekalan Wawasan Kebangsaan/Bela Negara yang dilaksanakan oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI).

Sementara itu, Kepala Subdiv Pengembangan Karir dan SDM Perum Bulog Maruly Abraham mengatakan upaya membuka kesempatan bagi para penyandang disabilitas sejalan dengan komitmen Perum Bulog sebagai bagian dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM secara merata.

"Kita berkomitmen untuk memberikan kesempatan penuh untuk semua masyarakat Indonesia yang mempunyai talent dan keinginan bekerja keras," ujarnya.

Astri, salah satu penyandang disabilitas asal Tasikmalaya, Jawa Barat mengaku bangga bisa menjadi karyawan Bulog.

Astri bercerita, tidak hanya keluarganya yang bahagia atas prestasinya tapi juga para tetangga di kampungnya.

Ia berharap ke depan Bulog atau BUMN lain mampu menambah porsi karyawan penyandang disabilitas.

Astri menegaskan, penyandang disabilitas bukan suatu hal yang dibuat iba, tapi buat motivasi.

"Sekampung saya itu bangga dengan diterimanya saya di Bulog. Makanya saya minta waktu buat foto sama Bu Rini, karena saya akan buat spanduk di depan rumah," ujarnya.

Selain itu, Astri mengaku tidak sabar untuk bekerja di bawah kepemimpinan Direktur Utama Bulog Budi Waseso.

Menurutnya, Buwas memiliki gaya kerja yang sejalan dengannya.

"Saya sangat kagum ke Pak Buwas. Ada liputannya di salah satu stasiun TV, ia mengatakan kerja adalah sebagian ibadah, saya sangat setuju sekali. Karena memang bekerja untuk ibadah itu baik sekali buat saya," tuturnya. 

Hal senada juga disampaikan Ende, seorang pria penyandang disabilitas asal Bandung, Jawa Barat.

Dia mengaku sangat senang diterima di Bulog dan berharap Bulog atau BUMN lain mampu menambah porsi karyawan penyandang disabilitas. 

"Yang saya harapkan menambah kuota untuk perekrutan yang memiliki kebutuhan seperti saya. Disabilitas bukan suatu hal yang dibuat iba, tapi buat motivasi," ucap dia.

Kehadiran karyawan penyandang disabilitas ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi kelompok difabel lainnya dan juga merupakan bentuk komitmen Perum Bulog menciptakan peluang yang setara bagi seluruh masyarakat Indonesia.