Indeks Nikkei Anjlok 2,11 Pesen

foto: istimewa

Pasardana.id -Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, anjlok 453,83 poin, atau sekitar 2,11 persen, pada Jumat (2/8/2019), menjadi 21.087,16. Indeks Topix juga melemah secaa signifikan, anjlok 2,16 persen menjadi 1.533,46.

Seperti diwartakan Reuters, indeks Nikkei anjlok setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trmp mengungkap rencana penetapan tarif baru terhadap produk impor dari Tiongkok. Rencana tersebut menyebabkan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global mencuat seiring menegangnya hubungan kedua negarat.

Saham perusahaan Jepang dengan pangsa pasar yang besar di Tiongkok merosot. Saham perusahaan manufaktur alat berat Komatsu dan Hitachi Construction Machinery masing-masing anjlok 2,2 persen dan 4,7 persen, sedangkan saham perusahaan robotika Fanuc terjun 3,8 persen.

Saham perusahaan Jepang yang berorientasi ekspor melemah akibat penguatan nilai tukar yen terhadap dolar as. Saham perusahaan otomotif Toyota Motor dan Subaru masing-masing anjlok 2,3 persen dan 2,8 persen, sedangkan saham perusahaan elektronik Panasonic terjun 3,5 persen. Nilai tukar dolar AS terhadap yen berada di kisaran 107,490 yen per dolar AS.

Saham perusahaan semikonduktor Tokyo Electron dan TDK masing-masing turun 0,7 persen dan 3,8 persen. Saham perusahaan manufaktur komponen elektronik Murata Manufacturing merosot 1,6 persen.

Saham perusahaan manufaktur produk elektronik Sharp terjun bebas 13,7 persen setelah melaporkan perolehan laba operasional yang lebih rendah dari ekspektasi pada periode April-Juni 2019 sebagai dampak berlarutnya tensi AS-Tiongkok.

Di sisi lain, saham Casio Computer Company melambung 8 persen usai mencatatkan peningkatan laba operasional sebesar 13,9 persen pada periode April-Juni 2019 berkat tingginya penjualan jam G-SHOCK.