Indeks Kospi Merosot 0,95 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 19,21 poin, atau sekitar 0,95 persen, pada Jumat (2/8/2019), menjadi 1.998,13 yang merupakan angka penutupan terendah sejak awal tahun.

Volume perdagangan tipis hanya mencapai 427 juta saham senilai 5,21 triliun won atau sekitar US$4,34 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 537 berbanding 289.

Angka indeks merosot seiring meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan Tiongkok maupun juga tensi antara Jepang dan Korea Selatan.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa tarif tambahan sebesar 10 persen akan dikenakan terhadap produk impor senilai US$300 miliar, atau sekitar Rp4.300 triliun, dari Tiongkok mulai 1 September mendatang.

Kabinet Jepang telah menyepakati keputusan untuk mencoret Korea Selatan dari daftar negara yang diutamakan dalam melakukan perdagangan sebagai bentuk retaliasi terhadap keputusan pengadilan Koea Selatan yang menyatakan bahwa perusaaan-perusahaan Jepang harus membayar kompensasi atas terjadinya kerja paksa bagi rakyat Korea Selatan di Perang Dunia II.

“Tensi antara Jepang dan Korea Selatan telah diperkirakan, namun pernyataan Trump merupakan sebuah kejutan tersendiri,” kata Ha In-Hwan, analis Meritz Securities Company, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing menjual saham senilai 396 miliar won, sedangkan investor institusi dan ritel masing-masing membeli saham senilai 361 miliar won dan 14 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 0,55 persen dan 2,06 persen. Saham perusahaan keuangan Shinhan Financial, KB Financial, dan Samsung Life Insurance masing-masing terjun 3,28 persen, 3,94 persen, dan 3,17 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem melemah 0,3 persen, sedangkan saham perusahaan kosmetik LG Household & Health Care anjlok 2,79 persen. Saham perusahaan kilang minyak SK Innovation merosot 1,75 persen.

Saham perusahaan otomotif berakhir mixed, dengan saham Hyundai Motor meningkat 1,59 pesen namun sebaliknya saham Kia Motors turun 0,12 persen. Saham Hyunda Mobis menguat 1,03 persen.

Nilai tukar won mengalami pelemahan terhadap dolar AS, turun 9,50 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.198 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 1,6 persen ke level terendah sejak pertengahan bulan lalu.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 20,30 poin, atau sekitar 0,30 persen, menjadi 6.768,60. Bursa saham di Asia Tenggara diwarnai pelemahan, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, merosot 40,93 poin, atau sekitar 1,41 persen, menjadi 2.867,84. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong anjlok 647,12 poin, atau sekitar 2,35 persen, menjadi 26.918,58.