Indeks Kospi Turun 0,59 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 12,14 poin, atau sekitar 0,59 persen, pada Selasa (9/7/2019), menjadi 2.052,03 yang merupakan angka penutupan terendah sejak 31 Mei lalu.

Volume perdagangan moderat mencapai 433 juta saham senilai 4,36 triliun won atau sekitar US$3,69 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 647 berbanding 195.

Indeks Kospi mengalami penurunan untuk sesi kedua beruntun seiring kehati-hatian para investor sebelum mendapat kepastian terkait penurunan suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat. “Sentimen pasar juga terpengaruh pembatasan ekspor Jepang,” kata Lee Won, analis Bookook Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Meski indeks Kospi melemah, saham sektor teknologi menguat berkat aksi beli para investor yang memanfaatkan penurunan tajam yang terjadi pada sesi sebelumnya. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melambung 1,58 persen dan 3,56 persen.

Saham perusahaan operator portal internet Naver terjun 2,53 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor melorot 0,72 persen, sebaliknya saham Kia Motors meningkat 0,23 persen.

Saham perusahann biofarmasi Celltrion dan Samsung BioLogics mengalami penurunan tajam, masing-masing tergelincir 6,55 persen dan 4,11 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 1,5 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.180,50 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia mengalami pelemahan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,50 persen ke level terendah sejak 20 Juni.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 6,50 poin, atau sekitar 0,10 persen, menjadi 6.665,70. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Filipina, dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Thailand, Indonesia, dan Malaysia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 5,13 poin, atau sekitar 0,18 persen, menjadi 2.928,23. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 215,41 poin, atau sekitar 0,76 persen, menjadi 28.116,28.