BEI Dorong Perluas Partisipan Perdagangan Efek

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perluasan definisi partisipan transaksi efek pada perdagangan bursa. Salah satu pihak yang akan didorong menjadi partisipan perdagangan bursa adalah bank.

Untuk memperluas definisi itu diperlukan perubahan undang-undang pasar modal yang saat ini telah masuk daftar program legislasi nasional (prolegnas).

Hal itu disampaikan Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi di Jakarta, Senin (8/7/2019).

“Salah satu point yang perlu dimasukan dalam RUU Pasar modal terkait dengan partisipan bursa. Partisipan pun harus diperluas tidak hanya anggota bursa (AB), tapi juga perbankan bisa jadi partisipan perdagangan,” jelas dia.

Ia beralasan, saat ini perbankan mendominasi perdagangan efek bersifat utang atau obligasi di luar bursa (over the counter). Dengan masuknya perbankan menjadi partisipan bursa maka diharapkan transaksi obligasi tercatat di Bursa.

“Apalagi Bursa dan OJK sedang mempersiapkan perdagangan alternative. Dengan terbentuknya itu dan perbankan jadi partisipan maka semua perdagangan obligasi terjadi disana,” kata dia.

Dengan demikian, lanjut dia, akan meningkatkan likuiditas perdagangan efek bersifat utang, karena infrastrukturnya sudah lengkap.