ANALIS MARKET (23/7/2019) : Sentimen Pelemahan Ekspor Produk Manufaktur Jadi Katalis Pergerakan Indeks

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (22/7), IHSG ditutup melemah yang ditekan oleh sektor konsumer.

Adapun sector perdagangan yang menjadi JCI’s Top Losers, yaitu: Consumer (-1.1%), Trade (-0.9%), dan Infrastructure (-0.6%).

Sedangkan INNI index ditutup melemah 0,18%, yang ditekan oleh saham WIKA (-2,0%). Rencana divestasi dua anak usaha WIKA yang masih belum mendapat restu dari Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melemahkan WIKA.

Lebih lanjut riset NH Korindo menyebutkan, diperdagangan kemarin (22/7), IHSG mencatatkan net sell asing sebesar Rp246 miliar.

Saham-saham Bank BUKU IV mencatatkan net sell pada perdagangan (22/07) seperti BBCA, BBRI dan BBNI.

Selain itu, bursa Asia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah. Hal ini dipicu oleh ekspektasi pasar bahwa The Fed tidak akan bertindak agresif dan berpeluang hanya menurunkan 25 basis poin dalam rapat FOMC pekan depan.

Sedangkan Investor domestik mencatatkan net sell di sektor aneka industri dan konsumer, masing-masing senilai Rp39 miliar dan Rp5 miliar.

Di sisi lain, semalam (22/7), Dow Jones ditutup menguat 0,07% ke level 27.172 ditopang oleh saham Microsoft, International Business Machine (IBM), dan Halliburton Co yang mencatatakan kenaikan laba lebih tinggi daripada prediksi.

Selain itu, pelaku pasar masih menunggu rilis kinerja emiten untuk kuartal kedua.

“Dari sisi domestik, dampak perlambatan ekonomi mempengaruhi ekspor produk industri manufaktur yang menurun 0,06% atau hanya mencapai US$51,06 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018. Industri makanan, logam dasar, produk kimia, apparel dan produk kertas merupakan kontributor terbesar terhadap ekspor industri manufaktur,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (23/7/2019).