Indeks Kospi Berakhir Datar

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, berakhir datar pada Senin (22/7/2019). Angka indeks hanya melemah 1,02 poin menjadi 2.093,34. Volume perdagangan moderat mencapai 320,41 juta saham senilai 3,15 triliun won atau sekitar US$2,67 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 481 berbanding 320.

Para investor berhati-hati jelang dirilisnya laporan perolehan laba kuartal II tahun ini oleh perusahaan-perusahaan besar Korea Selatan, mengkhawatirkan dampak pembatasan ekspor Jepang.

Ekspor Korea Selatan turun 13,6 persen sejauh ini pada Juli dari setahun sebelumnya. Ekspor Korea Selatan merosot untuk bulan ketujuh beruntun Juni lalu akibat menurunnya penjualan chip memori dan lemahnya permintaan terhadap barang produksi Negeri Ginseng.

Investor institusi dan ritel masing-masing menjual saham senilai 167,82 miliar won dan 65,19 miliar won, sedangkan investor asing membeli saham senilai 233,3 miliar won.

“Meski ekspor juga merosot pada Juli, investor asing membeli saham blue chip sehingga menjadi net buyer untuk sesi keenam beruntun,” kata No Gong-Gil, analis NH Investment & Securities, seperti dikutip Yonhap News.

“Investor asing tampaknya memiliki ekspektasi harga DRAM akan rebound, sehingga mendongkrak ekspor Korea Selatan untuk ke depannya,” jelasnya.

Saham sektor teknologi menguat, dengan saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing naik 0,85 persen dan 2,08 persen. Saham sektor otomotif sebaliknya melemah, dengan saham Hyundai Motor dan Hyundai Mobis masing-masing turun 1,12 persen dan 2,57 persen.

Saham Samsung BioLogics meningkat 0,87 persen setelah pengadilan di Seoul akhir pekan lalu menolak untuk mengeluarkan perintah penangkapan terhadap CEO Samsung BioLogics Kim Tae-Han. Kim dicurigai mendalangi berlangsungnya proses pencatatan keuangan yang ilegal.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 3,8 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.178,3 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia melemah hari ini, dengan indek MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,3 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Asia melorot 9,10 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 6.691,20. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Filipina, Indonesia, dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Vietnam menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 37,23 poin, atau sekitar 1,27 persen, menjadi 2.886,97. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong terjun 394,14 poin, atau sekitar 1,37 persen, menjadi 28.371,26.