Indeks Kospi Naik 0,33 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, naik 6,75 poin, atau sekitar 0,33 persen, pada Rabu (10/7/2019), menjadi 2.058,78. Volume perdagangan tipis hanya mencapai 350 juta saham senilai 3,86 triliun won atau sekitar US$3,27 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 537 berbanding 286.

Indeks Kospi terdongkrak aksi beli investor asing dan institusi terhadap saham-saham yang sebelumnya mengalami penurunan tajam. “Setelah pelemahan yang berlangsung dua sesi beruntun di bursa Korea, para investor memutuskan untuk melakukan pembelian,” kata Lee Young-Gon, analis Hana Financial Investment, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing membeli saham senilai 201 miliar won dan 187 miliar won, sedangkan investor ritel menjual saham senilai 200 juta won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics melonjak 1 persen setelah dikabarkan akan mengurangi produksi flash NAND untuk meningkatkan profitabilitas. Saham SK Hynix melambung 4,44 persen.

Saham Hyundai Engineering & Construction meningkat 1,25 persen setelah memastikan kontrak senilai 3,2 triliun won untuk membangun fasilitas pengolahan gas dan minyak mentah di Arab Saudi.

Saham perusahaan kimia LG Chem tidak berubah dari sesi sebelumnya. Saham LG Household & Health Care turun 0,24 persen, sebaliknya saham S-Oil melambung 2,64 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia Motors masing-masing turun 0,36 persen dan 0,92 persen. Saham perusahaan biofarmasi Celltrion, Samsung BioLogics, dan Hanmi Pharmaceutical masing-masing anjlok 1,82 persen, 1,32 persen, dan 0,85 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 1,10 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.181,60 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia mengalami penguatan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,4 persen, memutus pelemahan yang berlangsung tiga sesi beruntun sebelumnya.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 24,10 poin, atau sekitar 0,36 persen, menjadi 6.689,80. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Filipina, Indonesia, dan Vietnam menguat, sedangkan bursa Malaysia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 12,93 poin, atau sekitar 0,44 persen, menjadi 2.915,30. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong sebaliknya naik 88,41 poin, atau sekitar 0,31 persen, menjadi 28.204,69.