ANALIS MARKET (19/6/2019) : Rupiah Berpotensi Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.14.330 - Rp.14.340 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi kuat indeks di bursa Asia akan naik hari ini, Rabu (19/6/2019), terlihat dari indeks futures bursa Asia yang tercatat kompak naik, memfaktorkan rencana pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi pada G20 tanggal 28-29 Juni mendatang.

Adapun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara itu, mata uang kuat Asia, yen, HK dolar, dan Sin dolar kompak dibuka melemah pagi ini.

“Kondisi ini bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah, menuju kisaran antara Rp.14.330 - Rp.14.340 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Rabu (19/6/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti Survei Penjualan Eceran (SPE) pada Mei 2019 yang naik 10,3% mom atau 9% yoy.

Penjualan tertinggi pada jenis barang-barang yang terkait kebutuhan untuk puasa-lebaran.

Meningkatnya penjualan pada Mei 2019 ini memberi indikasi potensi naiknya konsumsi rumah tangga pada Q2-2019.

Asal tahu saja, sektor ritel masih memberikan sumbangan sebesar hampir 60% terhadap konsumsi rumah tangga.

Sementara dari eksternal, kepemilikan China pada obligasi pemerintah AS masih berlanjut turun pada April sehingga mencapai US$1,1 miliar, terendah sejak Mei 2017, dan turun dari US$1,2 triliun pada Maret 2019.

Untuk saat ini, para analis menilai penjualan tersebut bulan merupakan ‘balasan’ China atas perang dagang dengan AS tetapi jika berlanjut bisa jadi penjualan ini bagian dari diplomasi China untuk kompromi.