ANALIS MARKET (14/6/2019) : Kemugkinan Rupiah Menguat Menuju Kisaran Antara Rp.14.250 - Rp.14.280 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed hari ini, Jumat (14/6/2019), namun cenderung naik terbawa sentimen naiknya indeks di semua bursa global utama semalam walaupun harga minyak mentah dibuka bervariasi pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia, yen, dan Sin dolar dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah.

“Kemugkinan rupiah menguat menuju kisaran antara Rp.14.250 - Rp.14.280 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom

SAM dalam riset yang dirilis Jumat (14/6/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti posisi cadangan devisa (cadev) pada Mei 2019 yang tercatat sebesar US$120,3 miliar, turun dari posisi April sebesar US$124,3 miliar.

Penurunan ini karena pembayaran utang laur negeri pemerntah dan berkurangnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia sebagai antisipasi meningkatnya kebutuhan valas perbankan terkait faktor musiman siklus pembayaran devisa perusahaan asing.

Kemungkinan posisi cadev Juni masih akan turun kecuali dana asing masuk cukup besar mengimbangi permintaan tersebut. Potensi penurunan ini akan membuat neraca pembayaran pada Q2-2019 akan defisit.

Sementara dari eksternal, jobless claims di AS untuk minggu yang berakhir pada 8 Juni 2019 lalu tercatat naik menjadi 222.000. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak 4 Mei 2019 lalu.

Kenaikan ini direspon positif pasar yang memperkuat ekspektasi kemungkinan the Fed turunkan suku bunganya lebih awal.