Indeks Kospi Terjun 3,04 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, terjun 66 poin, atau sekitar 3,04 persen, pada Kamis (9/5/2019), menjadi 2.102,01. Volume perdagangan mencapai 729 juta saham senilai 7,92 triliun won atau sekitar US$6,71 miliar, dengan saham yang turun jauh melampaui yang naik 785 berbanding 83.

Penurunan yang terjadi merupakan penurunan tertajam sejak 11 Oktober 2018, dimana saat itu indeks Kospi terjun 4,44 persen. Angka penutupan mencapai angka penutupan terendah sejak pertengahan Januari lalu.

Indeks Kospi turun untuk sesi keempat beruntun dipicu rencana pemerintah AS yang akan meningkatkan tarif menjadi 25 persen dari sebelumnya 10 persen terhadap produk impor senilai US$200 miliar, atau sekitar Rp2.875,65 triliun, dari Tiongkok mulai Jumat (10/5/2019).

Kedua pihak akan melakukan pertemuan dua hari di Washington dalam upaya tercapainya kesepakatan dagang.

“Ketiga indeks utama perdagangan saham Wall Street sempat menguat dengan harapan tercapainya kesepakatan antara AS dan Tiongkok, namun pada akhirnya berakhir mixed karena para investor diliputi kekhawatiran,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities Company, seperti dikutip Yonhap News.  

Investor asing dan institusi masing-masing menjual saham senilai 185 miliar won dan 661 miliar won, sedangkan investor ritel membeli saham senilai 814 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun 4,07 persen dan 5,35 persen. Saham Samsung SDI tergelincir 7,11 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor anjlok 3,32 persen. Saham Kia Motors dan Hyundai Mobis masing-masing turun 2,05 persen dan 4,57 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem dan saham perusahaan kosmetik LG Household & Health Care masing-masing melemah 3,65 persen dan 3,61 persen. Saham perusahaan energi SK Innovation melorot 3,98 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan biofarmasi Celltrion dan Samsung BioLogics masing-masing naik 2,19 persen dan 0,5 persen.

Nilai tukar won melemah ke level terendah dalam 28 bulan terakhir terhadap dolar AS, turun 10,40 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.179,80 per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia mengalami pelemahan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 1,63 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 26,20 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 6.295,30. Bursa saham di Asia Tenggara diliputi sentimen negatif, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 42,80 poin, atau sekitar 1,48 persen, menjadi 2.850,95. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong terjun 692,13 poin, atau sekitar 2,39 persen, menjadi 28.311,07.