Indeks Kospi Merosot 0,88 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 19,33 poin, atau sekitar 0,88 persen, pada Selasa (7/5/2019), menjadi 2.176,99. Volume perdagangan moderat mencapai 472 juta saham senilai 5,33 triliun won atau sekitar US$4,56 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 634 berbanding 209.

Penurunan angka indeks dipicu meningkatnya tensi geopolitik dan menegangnya hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok. Pekan lalu Korea Utara melakukan tes peluncuran rudal ke Laut Timur Tiongkok, sedangkan Presiden AS Donald Trump mengancam akan meningkatkan tarif terhadap produk impor dari Tiongkok.  

“Meningkatnya kekhawatiran akan terjadinya konflik militer antara AS dengan Iran juga turut menjadi faktor negatif bagi pasar saham,” jelas Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor institusi menjual saham senilai 479 miliar won, sedangkan investor asing dan ritel masing-masing membeli saham senilai 202 miliar won dan 282 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics merosot 0,99 persen. Saham SK Hynix dan LG Display masing-masing turun 0,62 persen dan 4,12 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem anjlok 1,78 persen. Saham LG Household & Health Care dan SK Innovation masing-masing merosot 1,16 persen dan 1,67 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Celltrion naik 0,49 persen, sebaliknya saham Samsung BioLogics terjun 3,29 persen. Saham Hanmi Pharmaceutical melemah 0,91 persen.

Saham perusahan pertahanan meningkat seiring mencuatnya tensi inter-Korea, dengan saham LIG Nex1 melambung 2,62 persen. Saham perusahaan telekomunikasi SK Telecom dan KT masing-masing naik 0,2 persen dan 0,9 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 3,50 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.166,50 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia menguat hari ini, meski Bursa Korea dan Jepang diwarnai pelemahan. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,5 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 12 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 6.295,70. Di Asia Tenggara, Bursa Singapura, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Thailand melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, meningkat 19,93 poin, atau sekitar 0,69 persen, menjadi 2.926,39. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong menguat 153,20 poin, atau sekitar 0,52 persen, menjadi 29.363,02.