Indeks Kospi Anjlok 1,25 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 25,51 poin, atau sekitar 1,25 persen, pada Rabu (29/5/2019), menjadi 2.023,32. Volume perdagangan moderat mencapai 368 juta saham senilai 4,56 triliun won atau sekitar US$3,7 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 689 berbanding 168.

Dipicu pelemahan Wall Street seiring berlarutnya tensai antara Amerika Serikat dan Tiongkok, angka indeks dibuka melemah dan terus merosot sampai berakhir di angka penutupan. Tiongkok saat ini tengah mempertimbangkan untuk menghentikan ekspor mineral langka ke AS.

“Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS tidak siap melakukan kesepakatan dengan Tiongkok, ini berarti perang dagang dapat berlanjut untuk periode waktu yang lama,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

“Rencana Huawei untuk melakukan tuntutan hukum terhadap pemerintah AS juga memberikan dampak negatif terhadap pasar modal,” papar Seo.

Investor asing melakukan penjualan untuk sesi keempat beruntun, melepas saham senilai 361 miliar won. Sedangkan investor institusi dan ritel masing-masing melakukan pembelian saham senilai 171 miliar won dan 193 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics anjlok 1,76 persen, sedangkan saham LG Electronics merosot 0,92 persen. Saham SK Hynix sebaliknya naik 0,30 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor terjun 1,83 persen. Saham Hyundai Mobis naik 0,23 persen dan saham Kia Motors tidak berubah dari sesi sebelumnya.

Saham perusahaan biofarmasi Celltrion melemah 0,27 persen dan saham Samsung BioLogics terjun 1,53 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 8,10 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.193,90 won per dolar AS. “Pelemahan yuan yang dibarengi aksi jual investor asing membuat nilai tukar won merosot,” jelas Min Kyong-Won, analis Woori Bank.

Secara umum bursa saham Asia mengalami pelemahan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,61 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia merosot 44,80 poin, atau sekitar 0,69 persen, menjadi 6.440. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Filipina, Indonesia, dan Malaysia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 4,79 poin, atau sekitar 0,16 persen, menjadi 2.914,70. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 155,10 poin, atau sekitar 0,57 persen, menjadi 27.235,71.