BJPS Kesehatan dan Bursa Efek Indonesia Saling Bertukar Informasi

foto: doc BEI

Pasardana.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan memperluas jangkauannya dengan menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI).

BPJS Kesehatan berharap, BEI bisa mengoptimalkan perluasan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau JKN-KIS, terutama dari segmen Pekerja Penerima Upah atau PPU, yang didaftarkan perusahaan atau pihak pemberi kerja lainnya.

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari berharap, BEI bisa ikut memberikan kontribusi besar dalam upaya perluasan kepesertaan Program JKN-KIS.

“Karena jaminan kesehatan adalah hak setiap penduduk Indonesia yang tidak boleh ditunda, termasuk bagi para pekerja," kata Andayani di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Selain itu, Andayani juga menjelaskan, tujuan lain dari sinergi ini adalah sebagai upaya sosialisasi kepesertaan Program JKN-KIS kepada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, serta sosialisasi mengenai Initial Public Offering (IPO) dan investasi kepada perusahaan yang sudah terdaftar di BPJS Kesehatan.

Berlandaskan nota kesepahaman tersebut, BPJS Kesehatan akan memberikan data potensi calon perusahaan dan potensi calon investor yang terdaftar di BPJS Kesehatan, kepada Bursa Efek Indonesia.

Sebaliknya, Bursa Efek Indonesia akan memberikan data potensi perluasan kepesertaan badan usaha kepada BPJS Kesehatan.

Hingga 10 Mei 2019, total peserta JKN-KIS telah mencapai 221.580.743 jiwa, atau sekitar 83,94 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Dari angka tersebut, sebanyak 32.033.542 jiwa terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari segmen PPU swasta.

Adapun sampai dengan akhir April 2019, terdapat 265.455 badan usaha yang telah terdaftar dalam Program JKN-KIS.