Indeks Nikkei Turun 0,27 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, turun 57,21 poin, atau sekitar 0,27 persen, pada Jumat (10/5/2019), menjadi 21.344,92. Indeks Nikkei terus merosot pekan ini dengan penurunan mingguan 4,1 persen, penurunan mingguan tercuram sejak akhir Desember lalu.

Sedangkan indeks Topix berakhir nyaris datar dengan pergerakan turun hanya 0,08 persen menjadi 1.549,42. Dalam sepekan terakhir indeks Topix terjun 4,2 persen, penurunan mingguan tercuram sejak akhir Desember 2018.  

Menurut analis senior Mizuho Securities Yutaka Miura, indeks Nikkei kemungkinan akan terpuruk apabila Wall Street terus melemah dipicu peningkatan tarif terhadap produk impor dari Tiongkok yang diberlakukan pemerintah Amerika Serikat.

“Wall Street belum terlalu melemah pada sesi sebelumnya, hal ini menunjukkan tidak semua investor percaya peningkatan tarif akan benar-benar terjadi,” kata Miura, seperti dikutip Reuters.

Saham perusahaan pengapalan Kawasaki Kisen dan Mitsui OSK Linves masing-masing anjlok 2,3 persen dan 1,5 persen. Sebaliknya, saham perusahaan robotika Fanuc dan Yaskawa Electric mengalami rebound, masing-masing meningkat 0,8 persen dan 2,3 persen.

Saham Panasonic Corporation terjun 6,5 persen setelah perusahaan elektronik tersebut memperkirakan penurunan perolehan laba operasional sebesar 27 persen menjadi 300 miliar yen, atau sekitar Rp39,16 triliun, pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2020 dari tahun fiskal sebelumnya.

Saham Mitsubishi Motors mengalami penurunan tajam 13,8 persen setelah Nomura Securities memangkas target harga saham perusahaan otomotif tersebut sebesar 23 persen menjadi 560 yen, seiring terapresiasinya yen terhadap dolar Australia dan euro.

Saham perusahaan otomotif lainnya, Subaru, anjlok 2,7 persen setelah tidak sengaja mengupload laporan keuangan di laman resmi perusahaan lebih cepat dari rencana sesungguhnya. Laba operasional Subaru merosot 48,5 persen menjadi 195,53 miliar yen pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2019, akibat terjadinya recall, penghentian produksi, dan kecurangan dalam inspeksi.

Nilai tukar dolar AS terhadap yen berada di kisaran 109,72 yen per dolar AS.