Bahana Sekuritas: Harga Batu Bara Turun, Positif Bagi Perusahaan Semen

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bahana Sekuritas menilai, tahun ini akan menjadi tahun pertama bagi sektor semen membukukan kinerja positif seiring dengan nilai tukar yang stabil dan turunnya harga batu bara karena sekitar 60% - 70%.

Asal tahu saja, beban biaya industri semen berasal dari nilai tukar dan penggunaan batu bara sebagai bahan bakar produksi. Ditambah lagi, pada semester 2 tahun lalu (2018), industri sudah menaikkan harga meski baru sekitar 5%.

Sektor semen terakhir kali mengalami masa gemilang pada 2012, saat konsumsi mencapai 48 juta ton dengan kapasitas industri sebesar 50 juta ton, sehingga rasio kedua mendekati 100%.

Melihat permintaan semen yang sangat besar, banyak pemain kecil yang ikut meramaikan sekor ini sehingga oversupply terus terjadi hingga 2017, yang membuat perang harga tidak dapat dihindari, sehingga membukukan kinerja negatif.

“Pada kuartal pertama tahun ini, beberapa perusahaan semen sudah akan membukukan kinerja positif sebagai dampak dari kenaikan harga yang terjadi sejak tahun lalu dan nilai tukar yang menguat serta masih turunnya harga batu bara,” terang Analis Bahana Sekuritas, Adrianus Bias Prasuryo melalui keterangan resmi, Selasa (9/4/2019).

"Naiknya permintaan pada tahun ini juga berasal dari sektor properti, yang di beberapa tempat sudah terlihat ada permintaan meski masih didominasi dari kelas menengah ke bawah," tambahnya.

Kedepan, lanjut dia, dengan kondisi perekonomian yang semakin baik, diperkirakan permintaan terhadap properti juga akan semakin besar, sehingga akan mendongkrak penjualan semen, serta penguatan rupiah yang berkelanjutan dan potensi turunnya harga batu bara akan semakin membuka kinerja positif bagi sektor semen.

"Demikian sebaliknya, pelemahan rupiah, naiknya harga batu bara serta stagnannya permintaan properti bisa menjadi risiko bagi industri semen," jelasnya lagi.

Dengan prospek positif ini, Bahana Sekuritas memberi rekomendasi 'beli' untuk saham PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk dengan target harga Rp 22.200/lembar saham.

Perusahaan berkode saham INTP ini akan mendapat keuntungan dari redanya kompetisi, khususnya wilayah Jawa Barat dan perseroan juga tahun lalu membukukan profit yang sangat rendah sehingga hal ini akan berdampak pada peningkatan profit yang cukup tinggi pada tahun ini, serta aksi merger dan akuisisi yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, sudah akan menyumbang kinerja positif bagi profit perseroan.

Sementara itu, Bahana Sekuritas juga merekomendasikan 'tahan' untuk saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dengan target harga Rp13.200 dan hal yang sama berlaku untuk saham PT Holcim Indonesia Tbk atau yang dikenal dengan kode saham SMCB, dengan target harga Rp2.100, serta saham PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau berkode saham SMBR dengan target harga Rp1.570.