Hilang Kontrak Utama, MITI Siapkan Belanja Modal USD3 Juta

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Mitra Investindo Tbk (MITI) menganggarkan belanja modal senilai USD3 juta untuk mengembangkan pengeboran dan pengelolaan lapangan Migas (Minyak dan Gas) dengan beberapa operator lapangan di Sumatera dan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Papua, serta membuka kembali pertambangan granit di Jawa Barat dan Lampung.

Presiden Direktur MITI, Sugi Handoko mengatakan, pengembangan tiga hal itu diharapkan dapat memastikan kelangsungan usaha atau going concern perseroan kedepannya. Setelah PT Pertamina tidak memperpanjang kontrak entitas anak-anak usaha perseroan, yakni; TAC IBN Oil Holdico.

“Kami akan fokus ke tiga lini usaha itu dengan menyiapkan dana belanja modal sebesar USD3 juta. Dana berasal dari kas perseroan,” kata Sugi di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan berakhirnya kontrak anak usaha TAC (Technical Assistant Contrack) IBN Oil Holdico Ltd dengan perusahaan migas pelat merah tersebut, menyebabkan akuntan publik perseroan memberikan opini 'tidak memberikan pendapat' atau disclaimer pada laporan keuangan tahun 2018.

“Kami menyayangkan kontrak diputus, sejak November 2018,” kata dia.

Asal tahu saja, dalam laporan keuangan 2018, tercatat pendapatan perseroan sebesar Rp53,76 miliar. Dengan rincian, pendapatan berasal dari usaha Migas sebesar Rp34,97 miliar dan lini usaha tambang granit Rp18,78 miliar.