Volume SUN Diperdagangan Jumat Lalu Senilai Rp10,43 Triliun dari 35 Seri

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian fixed income MNC Securities yang dirilis Senin (15/4/2019) menyebutkan, volume perdagangan Surat Berharga Negara pada perdagangan Jumat (12/4) kemarin, dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan dengan volume perdagangan sebelumnya, yaitu tercatat senilai Rp10,43 triliun dari 35 seri Surat Berharga Negara dengan volume perdagangan seri acuan senilai Rp5,00 triliun.

Surat Utang Negara seri FR0078 menjadi Surat Utang Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp1,73 triliun dari 63 transaksi yang diikuti oleh perdagangan Obligasi Negara seri FR0079 senilai Rp1,64 triliun dari 105 kali transaksi.

Adapun Project Based Sukuk seri PBS012 menjadi Sukuk Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp189,20 miliar dari 22 kali transaksi diikuti perdagangan Surat Perdagangan Negara-Syariah seri SPNS08052019 senilai Rp100,00 miliar dari 1 kali transaksi.

Disisi lain, volume perdagangan surat utang korporasi yang dilaporkan lebih besar dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, yaitu senilai Rp856,42 miliar dari 60 seri surat utang korporasi yang diperdagangkan.

Obligasi Berkelanjutan II Maybank Finance Tahap II Tahun 2019 Seri A (BIIF02ACN2) menjadi surat utang korporasi dengan volume perdagangan terbesar senilai Rp76,35 miliar dari 5 kali transaksi yang diikuti oleh perdagangan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bank Maybank Indonesia Tahap II Tahun 2016 (SMBNII01CN2) senilai Rp58,00 miliar dari 6 kali transaksi.

Adapun volume dari Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Victoria Tahap II Tahun 2018 (BVIC01SBCN2) sebesar Rp52,50 miliar dari 11 kali transaksi yang diikuti oleh perdagangan Obligasi Berkelanjutan II Japfa Tahap II Tahun 2017 (JPFA02CN2) senilai Rp52,00 miliar dari 2 kali transaksi.

Sementara itu, nilai tukar Rupiah ditutup menguat sebesar 45,00 pts (0,32%) di level 14095,00 per Dollar Amerika. Sempat dibuka melemah di awal perdagangan, kemudian bergerak berfluktuasi dan mengalami penguatan di tengah sesi hingga di tutupnya perdagangan.

Adapun pergerakan nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran 14095,00 hingga 14153,00 per Dollar Amerika.

Penguatan nilai tukar Rupiah pada perdagangan kemarin terjadi di tengah bervariasinya arah perubahan nilai tukar mata uang regional.

Mata uang Rupiah Indonesia (IDR) memimpin penguatan mata uang regional sebesar 0,32% diikuti oleh penguatan mata uang Dollar Singapura (SGD) dan Renminbi China (CNY) masing-masing sebesar 0,18% dan 0,16%.

Sedangkan mata uang Rupee India (INR) mengalami pelemahan mata uang regional terbesar, sebesar 0,32% yang diikuti oleh mata uang Yen Jepang (JPY) dan Dollar Taiwan (TWD) masing-masing sebesar 0,28% dan 0,05% terhadap Dollar Amerika.

Imbal hasil US Treasury dengan tenor 10 tahun dan 30 tahun ditutup dengan mengalami kenaikan masing-masing di level 2,562% dan 2,974%.

Kenaikan imbal hasil tersebut terjadi ditengah pergerakan indeks saham utama yang  juga mengalami kenaikan sebesar 46 bps di level 7984,16 (NASDAQ) dan indeks DJIA sebesar 103 bps di level 26412,30.

Adapun imbal hasil surat utang Inggris (Gilt) dengan tenor 10 mengalami kenaikan di level 1,215%.

Sementara itu, untuk imbal hasil surat utang Jerman (Bund) dengan tenor 10 dan 30 tahun terlihat mengalami kenaikan, masing - masing berada di level 0,059% dan 0,706%.