Pasar 'Wait and See', Harga SUN Diperdagangan Jumat Lalu Bervariasi Cenderung Turun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Harga Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan tanggal 12 April 2019 kemarin, bergerak dengan arah perubahan yang bervariasi dengan kecenderungan mengalami penurunan yang terbatas di tengah jelang diselenggarakannya Pemilihan Umum, lelang Sukuk Negara, serta dirilisnya data ekonomi domestik sehingga para pelaku cenderung untuk menahan diri melakukan transaksi di pasar sekunder.

Dalam riset yang dirilis Senin (15/4/2019), analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra mengungkapkan, diperdagangan Jumat (12/4), perubahan harga Surat Utang Negara bergerak dengan arah yang beragam dengan kecenderungan mengalami penurunan yang terbatas ditengah jelang diselenggarakannya pemilihan umum dan lelang Sukuk Negara.

Sementara itu, pada hari ini, Senin (15/4) akan dirilis juga data neraca perdagangan Indonesia untuk periode Maret 2019.

Dari beberapa sentimen tersebut, para pelaku pasar cenderung untuk menahan diri melakukan transaksi di pasar sekunder dan melakukan aksi wait and see yang tercermin dari turunnya volume peradagangan kemarin dibandingkan dengan volume perdagangan sebelumnya.

“Selain itu, turunnya harga Surat Utang Negara pada perdagangan akhir pekan kemarin dipicu juga dari faktor meningkatnya harga komoditas minyak dunia. Kenaikan harga komoditas minyak akan meningkatkan biaya impor sehingga kebutuhan akan Dollar Amerika juga semakin tinggi yang pada akhirnya mengganggu pergerakan nilai tukar Rupiah dan juga pergerakan harga Obligasi Negara,” jelas I Made.

Lebih rinci diungkapkan, kenaikan tingkat imbal hasil hingga sebesar 3 bps yang didorong oleh adanya penurunan harga Surat Utang Negara yang mencapai 27 bps.

Imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor pendek mengalami perubahan hingga sebesar 1,4 bps di tengah adanya perubahan harga yang mencapai 4,3 bps.

Sementara itu, imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor menengah mengalami rata-rata kenaikan sebesar 1 bps didorong oleh adanya penurunan harga yang berkisar antara 1 bps hingga 17 bps.

Adapun imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor panjang bergerak dengan kecenderungan mengalami kenaikan hingga sebesar 51 bps didorong oleh adanya penurunan harga yang mencapai 415 bps.

Adapun dari Surat Utang Negara seri acuan, kenaikan imbal hasil terjadi pada seluruh seri hingga 2 bps setelah mengalami penurunan harga yang mencapai 19 bps.

Disisi lain, Imbal hasil Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang Dollar Amerika menunjukkan kenaikan yang terjadi pada sebagian besar seri Surat Utang Negara.

Imbal hasil dari INDO24 mengalami kenaikan sebesar 0,7 bps di level 3,489% didorong oleh adanya koreksi harga hingga 3,2 bps.

Adapun imbal hasil dari INDO29 dan INDO49 pada perdagangan kemarin ditutup dengan mengalami kenaikan di kisaran 1,0 bps hingga 1,2 bps yang masing-masing berada di level 3,897% dan 4,656% yang diakibatkan oleh penurunan harga masing-masing sebesar 10 bps dan 17 bps.

Sedangkan untuk INDO44 mengalami penurunan imbal hasil di level 3,897% yang berdampak setelah terjadinya kenaikan harga sebesar 4,1 bps.