ANALIS MARKET (15/4/2019) : Pasar Diproyeksi Bergerak Mixed, Pasar Menanti Rilis Neraca Dagang

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak melemah pada Jumat (12/4) lalu, ditekan oleh aksi profit taking pada saham large cap di sektor perbankan.

Adapun sector perdagangan yang mengalami Top Losers JCI, yaitu: Basic Industry (-1.4%), Misc. industry (-1.0%), dan Agriculture (-0.3%).

Sejalan dengan IHSG, INNI Index juga bergerak melemah Jumat (12/4) kemarin, sebesar -0,23% yang ditekan oleh aksi jual investor asing terhadap saham-saham perbankan, seperti; BBRI, BBNI, BBCA, dan BMRI yang jika di total jumlah net sell investor asing pada big four banking tersebut mencapai Rp450 miliar.

Disisi lain, rilis data perdagangan internasional Tiongkok membuat investor asing khawatir tentang perekonomian Tiongkok yang akan mengalami hard landing dan mempengaruhi perkenomian dunia.

Hal ini terkait dengan data impor Tiongkok periode Maret 2019 yang tercatat turun hingga 7,6% secara tahunan.

Kekhawatiran ini mengakibatkan net sell asing di IHSG pada Jumat (12/4) lalu mencapai Rp1 triliun.

Sektor perbankan mencatatkan net sell asing sebesar Rp511 miliar. Jumat lalu, Investor domestik mencatatkan net sell sebesar Rp33,1 miliar pada sektor industri dasar dan Rp19,1 miliar pada sektor properti.

Sementara itu, Dow Jones ditutup menguat +1,03% pada Jumat (12/4) kemarin, didorong rilisnya laporan keuangan JP Morgan yang lebih baik dari konsensus analis.

“Untuk hari ini INNI Index kami perkirakan bergerak mixed, dari faktor global membaiknya data ekspor Tiongkok naik 14,2% pada Maret ini (vs. 7,3% estimasi analis) akan menjadi katalis positif. Sementara dari domestic, hari ini akan dirilis data neraca perdagangan yang kami prediksi akan mengalami defisit sekitar US$0,18 miliar akan menjadi pemberat pasar saham hari ini,” jelas analis NH Korindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (15/4/2019).