ANALIS MARKET (12/4/2019) : IHSG Berpotensi Bergerak Terbatas dan Ditradingkan Pada Level 6.390 – 6.437

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, sentimen pada perdagangan Jumat (12/4/2019) pagi ini, datang dari perang tarif.

Setelah sebelumnya, Mexico, Canada, China, pada akhirnya giliran Jepang telah tiba untuk melakukan pembicaraan mengenai perdagangan bilateral dengan Presiden Trump.

Tampaknya Trump ingin “sikat” semua Negara yang memiliki neraca perdagangan yang deficit dengan Amerika.

Pembicaraan ini di mulai pekan depan di Washington. Perdana Menteri Shinzo Abe terlihat putus asa untuk menghindari tarif, sementara itu Presiden Trumph ingin membuka pasar pertanian Jepang dan mengurangi deficit perdagangan sebesar $60 miliar.

Namun jangan disangka Jepang akan menyerah begitu saja kawan kawan. Abe bertekad untuk memberikan Amerika kesepakatan dua arah yang lebih baik daripada perjanjian pakta multilateral yang di negosiasikan sebelumnya dengan Negara Negara Eropa dan Asia Pacific.

Amerikalah yang meminta negosiasi bilateral ini, jadi Amerika yang harus memberikan kepada kita apa yang mereka ingingkan, daripada kita menawarkan ini dan itu tapi mereka belum memintanya.

Beralih dari sana, Pejabat The Fed menjabarkan bahwa ada rintangan yang tinggi untuk menaikkan tingkat suku bunga sementara inflasi terus berada di bawah 2%. Fokus The Fed saat ini adalah untuk menjaga inflasi berada di kisaran 2% atau mungkin di atasnya. Hal ini didukung oleh beberapa Pejabat The Fed lainnya yang ingin berfokus terhadap inflasi.

Pejabat The Fed juga memperkirakan tidak ada kenaikkan tahun ini, dan mungkin hanya 1x kenaikkan pada bulan 2020 nanti. Itupun apabila inflasi bisa konsisten berada di atas 2%.

“Kami melihat tampaknya ketidakpastian ekonomi global terus bertambah seiring dengan keinginan Presiden Trump untuk terus melaju dengan ancaman tarif sebagai dasar dari negosiasi. Hal ini pula yang dikhawatirkan sedari awal, apabila negosiasi dengan China berjalan dengan baik, maka selanjutnya adalah apakah Trump sudah puas dengan negosiasi tersebut atau keberhasilan negosiasi tersebut membuat Trump semakin yakin bahwa kemenangan negosiasinya berdasarkan ancaman tariff,” jelas analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Jumat (12/4/2019).

Sementara itu, pasar domestik yang terlihat wait and see sejak awal Februari memberikan sentimen terkait animo pasar saham dalam negeri.

Pasar saat ini masih mencermati kebijakan pemerintah guna memperbaiki defisit transaksi neraca berjalan serta stabilitas perekonomian dalam negeri.

Aksi beli investor asing dalam kurun waktu 3 bulan terakhir sebesar 15.74 triliun rupiah masih belum menjadi trigger kuat bagi IHSG untuk kembali menguat diatas 6.500.

Analis Pilarmas menilai, adanya hal yang ditunggu oleh investor dalam masa sideway yaitu, rilis neraca perdagangan, ekspor dan impor untuk bulan April, dan lebih dari itu adanya kontestasi pemilihan presiden juga dapat menentukan proyeksi pasar kedepan.

Kebijakan dari pemimpin terpilih dinilai menjadi hal yang cukup penting bagi pasar saat ini.

Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global serta beberapa ketidakpastian dalam beberapa minggu kedepan akan menjadi.

Namun jangan khawatir, dorongan mungkin akan datang dari Amerika yang dimana berbagai Bank di Amerika akan melaporkan pendapatan kuartal pertamanya yang di mulai dari JP Morgan dan Well Fargo yang diharapkan mampu memberikan vitamin lebih, dan sentimen positif lainnya adalah klaim pengangguran Amerika yang mencapai level terendah dalam kurun waktu 49 tahun.

“Secara teknikal, kami melihat saat ini IHSG berpotensi bergerak terbatas dan ditradingkan pada level 6.390 – 6.437,” jelas analis Pilarmas.