Resmi Diperdagangkan, CPRI Melejit 60%

foto : istimewa

Pasardana.id -  Saham PT Capri Nusa Satu Properti Tbk resmi tercatat di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode CPRI Kamis (11/4/2019) pagi ini.

Berdasarkan pantauan Pasardana.id, pada pukul 09.52 WIB, CPRI naik 75 point atau 60% ke level 200 dengan nilai transaksi Rp37,1 miliar dan rata rata nilai transaksi pada level 185.

Direktur Utama CPRI, Jansen Surbakti mengatakan, perseroan berterima kasih atas kepercayaan seluruh pemegang saham yang telah berpartisipasi dengan berinvestasi di saham CPRI.

“Momen ini merupakan awal perjalanan Capri Nusa untuk melangkah sebagai perusahaan publik yang accountable, transparan dan bertanggung-jawab kepada seluruh investor, masyarakat dan seluruh stakeholder terkait,” kata dia di BEI, Kamis (11/4/2019).

Jelasnya, emiten ke sembilan di tahun 2019 ini menetapkan harga penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp125 perlembar saham.

Dengan melepas sebanyak 28,08% dari total modal dan ditempatkan penuh atau setara 683.375.000 lembar saham, maka perusahaan properti ini akan meraup dana sebesar Rp85,42 miliar.

Disamping itu, perseroan juga menawarkan sebanyak 68.337.500 Waran Seri I yang menyertai Saham Baru Perseroan atau sebanyak 3,91% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.

Waran Seri I tersebut diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang Saham Baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan.

Lebih rinci diungkapkan, setiap pemegang 10 Saham Baru Perseroan berhak memperoleh satu Waran I dimana setiap satu Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp 150 yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan, yaitu; 6 (enam) bulan atau lebih sejak efek diterbitkan, yang berlaku mulai tanggal 11 Oktober 2019 sampai dengan 11 April 2022.

Selanjutnya, sebanyak 50% dari dana hasil IPO ini, akan digunakan untuk meningkatkan penyertaan modal pada resort tahap I dengan luas bangunan 1,198 Ha yang akan dibangun di atas tanah seluas 4,01 Ha dan 2,1 Ha di Nusa Penida, Bali. 

Sedangkan, sekitar 40% dana hasil IPO, akan dipergunakan untuk penyelesaian pembangunan gedung pertemuan dan gedung kantor seluas ± 4.500 m2 yang dibangun di atas tanah seluas 2.940 m2,

Terakhir, sekitar 10% dana hasil IPO, akan dipergunakan untuk meningkatkan penyertaan modal pada CNSD, yang mana akan digunakan oleh CNSD untuk pendanaan modal kerja berupa biaya operasional gedung dan operasional resort di Nusa Penida, Bali.