Wall Street Melemah Empat Sesi Beruntun

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah sesi keempat beruntun pada Kamis (7/3/2019) setelah European Central Bank (ECB) menyatakan akan menunda peningkatan suku bunga dan menawarkan pinjaman dengan bunga rendah ke sektor perbankan sehingga menimbulkan kekhawatiran baru terhadap terhambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Seperti dilansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, merosot 200,23 poin, atau sekitar 0,78 persen, menjadi 25.473,23. Indeks S&P 500 turun 22,52 poin, atau sekitar 0,81 persen, menjadi 2.748,93. Indeks komposit Nasdaq anjlok 84,46 poin, atau sekitar 1,13 persen, menjadi 7.421,46.

Saham FedEX terjun 3 persen, menjadi penyebab utama anjloknya saham sektor transportasi Dow Jones sebesar 1 persen, setelah Citigroup Inc memangkas perkiraan perolehan laba kuartalan dan perkiraan harga saham perusahaan pengiriman paket tersebut.

Sektor barang konsumsi dan keuangan menjadi sektor dengan kinerja terburuk di S&P 500. Sektor utilitas yang defensif menjadi satu-satunya sektor S&P 500 yang berakhir di teritori positif pada Kamis.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2019 turun 0,2 persen menjadi US$1.284,90 per ons. Indeks dolar AS naik 0,85 persen menjadi 97,71.

Bursa saham Eropa mengalami pelemahan pada Kamis dipicu pernyataan ECB. Indeks STOXX 600 Eropa melorot 0,4 persen, dengan indeks sektor perbankan Eropa terjun 3,3 persen mencapai level terendah sejak 6 Desember lalu.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melemah 38,45 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 7.157,55. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, turun 69,83 poin, atau sekitar 0,60 persen, menjadi 11.517,80.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 46,80 poin, atau sekitar 0,50 persen, menjadi 9.249,90. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 20,89 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 5.267,92.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,73 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3075 per pound yang merupakan nilai tukar terendah sejak 18 Januari lalu, dipicu terhambatnya negosiasi Brexit antara Inggris dan Uni Eropa. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,37 persen menjadi 1,1689 euro per pound.