Indeks Kospi Melemah 0,17 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melemah 3,63 poin, atau sekitar 0,17 persen, pada Rabu (6/3/2019), menjadi 2.175,60. Volume perdagangan tipis hanya mencapai 320,1 juta saham senilai 4,69 triliun won atau sekitar US$4,16 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 464 berbanding 366.

Setelah dibuka melemah, angka indeks mengalami pergerakan naik turun. Indeks Kospi pada akhirnya mengalami pelemahan untuk sesi keempat beruntun.

Investor asing dan institusi masing-masing menjual saham senilai 10,1 miliar won dan 73,1 miliar won. Sedangkan investor individu membeli saham senilai 63,7 miliar won.

“Para investor mengambil posisi wait-and-see sehubungan belum tuntasnya penyelesaian berbagai isu eksternal, seperti friksi perdagangan global dan Brexit,” jelas Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

South Korea's main bourse closed lower Wednesday on institutional selling amid a lack of fresh market-moving leads and lingering uncertainties over a trade deal between the United States and China, analysts said.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics melemah 0,56 persen dan saham SK Hynix anjlok 2,3 persen. Saham perusahaan biofarmasi Celltrion meningkat 0,48 persen, sedangkan saham Samsung BioLogics merosot 1,05 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem turun 0,13 persen, sebaliknya saham perusahaan otomotif Hyundai Motor melambung 2,47 persen.

Meningkatnya aktivitas debu mikro di Korea Selatan membuat saham perusahaan manufaktur alat pembersih udara meroket. Saham Dayou-winia dan Winix masing-masing melonjak 24,14 persen dan 11,93 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 3,3 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.128,80 won per dolar AS.

Meski indeks Kospi dan indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, melemah, namun bursa saham Asia masih diwarnai dengan penguatan hari ini. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 46,30 poin, atau sekitar 0,75 persen, menjadi 6.245,60. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Filipina, Indonesia, dan Malaysia menguat, sedangkan Bursa Singapura, Thailand, dan Vietnam melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melambung 47,85 poin, atau sekitar 1,57 persen, menjadi 3.102,10 setelah pemerintah Tiongkok mengumumkan rencana untuk mendongkrak konsumsi domestik tahun ini. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 76 poin, atau sekitar 0,26 persen, menjadi 29.037,60.