ANALIS MARKET (20/3/2019) : Kemungkinan Rupiah Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.14.240 - Rp.14.260 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi ada potensi naiknya indeks di bursa Asia hari ini, Rabu (20/3/2019), tetapi harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin dolar kompak dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini.

“Kondisi ini bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.240  - Rp.14.260 per USD (kurs tengah Bloomberg),” jelas Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Rabu (20/3/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti realisasi APBN 2019 per 28 Februari 2019 yang mencatat penerimaan Negara sebesar Rp.217,2 triliun dan belanja Negara tercatat sebesar Rp.217,8 triliun, sehingga defisit APBN mencapai Rp.54,6 triliun. Realisasi APBN 2019 ini relatif stabil walaupun ada sedikit perlambatan dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2018. Kinerja APBN biasanya relatif stagnan pada triwulan ke-1, dan akan mulai agresif di triwulan ke-2.

Sementara dari eksternal, The Fed kemungkinan pertahankan kebijakan suku bunga FFRnya di 2,5% sebagaimana saat ini. Ekspektasi tetap ini sesuai dengan pernyataan Gubernur The Fed Powell yang menilai suku bunga FFR mendekati normalnya ditambah data-data ekonomi AS yang relatif masih stabil.

Kemungkinan BI juga akan mempertahankan kebijakan suku bunga acuannya 7DRR sebesar 6% pada RDG 20-21 Maret ini.