Rupiah Fluktuatif, Harga SUN Diperdagangan Kamis Kemarin Naik Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Perubahan harga Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan hari Kamis, tanggal 14 Maret 2019 kemarin, bergerak dengan mengalami kenaikan terbatas di tengah fluktuatifnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika serta adanya sentimen faktor domestik dan eksternal.

Dalam riset yang dirilis Jumat (15/3/2019), analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra mengungkapkan, perubahan harga Surat Utang Negara yang terjadi pada perdagangan hari Kamis tanggal 14 Maret 2019 kemarin, bergerak dengan mengalami kenaikan ditengah fluktuatifnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika.

Adapun pergerakan nilai tukar Rupiah tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal dimana kondisi Dollar Amerika menguat terhadap sebagian besar mata uang regional.

Baca juga : Volume SUN Diperdagangan Kamis Kemarin Senilai Rp14,38 Triliun dari 42 Seri

Hal ini membuat para investor lebih tertarik kepada Dollar Amerika, hanya saja faktor domestik masih menjadi pilihan pertimbangan para investor karena kondisi fundamental Indonesia yang tetap terjaga.

“Kenaikan harga Surat Utang Negara juga mulai terbatas yang terindikasi dari volume perdagangan kemarin yang menurun dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.  Disamping itu, jelang dirilisnya Neraca Perdagangan Indonesia pada hari ini mengakibatkan para investor untuk mengambil aksi wait and see,” jelas I Made.

Lebih rinci diungkapkan, pada perdagangan kemarin hari Kamis, tanggal 14 Maret 2019 kemarin, perubahan harga Surat Utang Negara mencapai 88 bps dengan rata-rata  kenaikan sebesar 18 bps yang mendorong adanya perubahan tingkat imbal hasil hingga sebesar 8,5 bps.

Adapun untuk Surat Utang Negara seri acuan semua serinya mengalami kenaikan harga yang berkisar antara 13 bps hingga 42 bps mengakibatkan adanya penurunan tingkat imbal hasil hingga 4,4 bps.

Adapun perubahan kenaikan harga terbesar didapati pada Surat Utang Negara seri acuan bertenor 20 tahun sebesar 42 bps yang mendorong turunnya imbal hasil sebesar 4,4 bps di level 8,271% dan dilanjutkan pada Surat Utang Negara bertenor 15 tahun yang ditutup dengan mengalami kenaikan harga sebesar 23 bps yang mengakibatkan turunya imbal hasil sebesar 27 bps dilevel 8,215%.

Sementara itu, untuk Surat Utang Negara seri acuan dengan tenor 10 tahun ditutup dengan mengalami kenaikan harga sebesar 19 bps yang menyebabkan terjadinya penurunan tingkat imbal hasil sebesar 2,7 bps dilevel 7,805%.

Adapun Surat Utang Negara seri acuan bertenor 5 tahun mengalami kenaikan harga terkecil sebesar 13 bps yang berdampak terhadap penurunan tingkat imbal hasil sebesar 3,1 bps di level 7,389%.

Disisi lain, perubahan harga pada perdagangan Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang Dollar Amerika bergerak dengan arah yang bervariasi ditengah tingkat imbal hasil US Treasury yang mengalami pelemahan.

Adapun untuk seri INDO24 mengalami kenaikan harga sebesar 9,3 bps yang berdampak kepada penurunan imbal hasil sebesar 2 bps di level 3,645%.

Selanjutnya, untuk seri INDO29 dan INDO49 mengalami penurunan harga masing-masing sebesar 9,7 bps dan 11,5 bps yang mengakibatkan terjadinya kenaikan imbal hasil sebesar 1,2 bps di level 4,142% dan 0,7 bps di level 4,885%.

Adapun untuk seri INDO44 bergerak mengalami kenaikan harga sebesar 0,5 bps sehingga berdampak kepada penurunan imbal hasil yang terbatas di level 4,976%.