ANALIS MARKET (15/3/2019) : Rupiah Diproyeksi Menguat Didorong Sentimen Positif Regional

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan beragam hari ini, Jumat (15/3/2019), dengan kecenderungan terkoreksi terbawa sentimen harga minyak mentah yang terkoreksi pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia, HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini.

“Kondisi ini kemungkinan membantu sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.14.250 - Rp.14.270 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam laporan riset yang dirilis Jumat (15/3/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti laporan Fitch kemarin (14/3) yang menetapkan peringkat utang luar negeri Indonesia tetap BBB dengan outlook stabil, dengan pertimbangan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik dan beban utang pemerintah yang relatif rendah, dan struktural lainnya yang masih lebih baik dibandingkan ‘peers’nya.

Afirmasi Fitch ini menjadi faktor positif terhadap keyakinan investor terhadap investasi di Indonesia.

Sementara dari eksternal, harga rumah perdana di China naik 0,5% mom atau 10,4% yoy pada Februari 2019. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi sejak 21 bulan terakhir.

Naiknya harga rumah ini menjadi indikasi ekonomi China masih cukup kuat. Tetapi beberapa waktu lalu, pemerintah China memangkas pertumbuhan ekonomi China dari 6,5% menjadi 6% untuk tahun 2019.

Perlambatan ini bisa berdampak pada melambatnya ekonomi global.