Turki Alami Resesi

foto: istimewa

Pasardana.id - Turki mengalami resesi seiring terus berkontraksinya perekonomian negara tersebut dua kuartal beruntun.

Turkish Statistical Institute pada Senin (11/3/2019) merilis laporan yang menyebutkan bahwa perekonomian Turki mengalami kontraksi 2,4 persen pada kuartal IV 2018. Kontraksi tersebut, seperti dilansir BBC News, melanjutkan kontraksi 1,6 persen yang berlangsung pada kuartal sebelumnya.

Perang dagang dengan Amerika Serikat membuat nilai tukar lira Turki melemah 0,3 persen terhadap dolar AS. Akibatnya harga barang impor menjadi lebih mahal bagi masyarakat Turki.

Bank setral Turki meningkatkan suku bunga sebagai respon terhadap melemahnya nilai tukar lira Turki, namun menyebabkan biaya pinjaman meningkat. Penjualan mobil dan rumah menjadi merosot akibatnya, demikian juga produksi industri.

Dengan kontraksi yang terus berlanjut, pertumbuhan ekonomi Turki hanya mencapai 2,6 persen pada 2018, pertumbuhan terlamban sejak 2009 lalu. Pada 2017, pertumbuhan Turki mencapai 7,4 persen.

Turki berseberangan dengan AS dalam berbagai isu, yang membuat hubungan kedua negara memanas. Turki ingin membeli sistem pertahanan rudal Rusia dan menginginkan ekstradisi Fethullah Gulen, ulama yang didakwa Turki telah melakukan terorisme dan spionase yang kini tinggal di AS.