Indeks Kospi Merosot 1,20 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 26,37 poin, atau sekitar 1,20 persen, pada Jumat (8/2/2019), menjadi 2.177,05. Volume perdagangan tipis hanya mencapai 386,23 juta saham senilai 5,63 triliun won atau sekitar US$5,01 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 492 berbanding 340.

Setelah dibuka melemah mengikuti pergerakan saham di Wall Street, indeks Kospi terus merosot akibat aksi jual investor asing. Investor asing menjual saham senilai 281,3 miliar won, mengakhiri aksi beli yang berlangsung delapan sesi beruntun sebelumnya.

Investor institusi juga melakukan penjualan saham, senilai 72,5 miliar won. Sedangkan investor ritel membeli saham senilai 332,2 miliar won.

“Kembali mencuatnya kekhawatiran terhadap tensi antara Amerika Serikat dan Tiongkok di bidang perdagangan membuat para investor menjauhi aset beresiko,” kata Kim Yu-Kyum, analis Cape Investment & Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Kekhawatiran para investor dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa ia tidak akan melakukan pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping sebelum tenggat waktu penyelesaian kesepakatan perdagangan antara kedua negara pada 1 Maret 2019.

Selain itu, para investor juga merespon dengan negatif kabar bahwa Trump pekan depan akan menandatangani perintah eksekutif terkait pelarangan penggunaan peralatan telekomunikasi buatan perusahaan Tiongkok, termasuk Huawei dan ZTE, dalam jaringan wireless Negeri Paman Sam.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun 3,03 persen dan 4,17 persen. Saham perusahaan baja POSCO terjun 4,35 persen.

Saham perusahaan biofarmasi berakhir mixed. Saham Celltrion meningkat 0,47 persen, sedangkan saham Samsung BioLogics tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya.

Nilai tukar won menguat tipis terhadap dolar AS, naik 0,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.123,9 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia melemah hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,5 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 21 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 6.071,50. Bursa saham di Asia Tenggara diliputi sentimen negatif, termasuk juga di Indonesia.

Bursa saham di Vietnam dan daratan Tiongkok masih tutup sehubungan libur perayaan Lunar New Year. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 43,89 poin, atau sekitar 0,16 persen, menjadi 27.946,32.