ANALIS MARKET (12/2/2019) : IHSG Diestimasi Bergerak Melemah Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali ditutup turun tiga hari berturut-turut ditekan oleh pelemahan nilai tukar rupiah dan tren penurunan harga batu bara global. Adapun sector perdagangan yang mengalami Top Losers, yaitu: Misc. Industry (-1.65%), Mining (-1.53%), Basic Industry (-1.22%).

Lebih rinci riset menyebutkan, meskipun kemarin (11/2) investor asing tercatat net sell Rp133 miliar di pasar saham Indonesia, namun sektor perbankan masih menerima net buy asing hingga Rp174 miliar.

Semua bank big 4 menerima net buy asing secara serentak.

“Kami melihat investor asing masih confident untuk terus berinvestasi di Indonesia meskipun laju net buy sementara akan melambat,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (12/2/2019).

Di sisi lain, investor domestik tercatat melakukan net buy untuk sektor otomotif hingga Rp173 miliar.

Saham Astra International Tbk (ASII) menjadi incaran investor domestik untuk “buy the dip” saat saham ASII terkoreksi 1,8%.

“Kami perkirakan koreksi terkait dengan kinerja anak usaha ASII, UNTR, yang diproyeksi akan melambat sehingga terdapat kekhawatiran akan berdampak pada kinerja ASII. Namun, kami yakin divisi otomotif Astra masih akan menjadi penopang pertumbuhan ASII,” jelas analis NH Korindo Sekuritas.

“Menyikapi beberapa kondisi tersebut diatas, untuk hari ini, kami mengestimasi IHSG bergerak melemah dengan support range 6430-6460 dan resistance range 6540-6560,” sebut analis NH Korindo.

Lebih lanjut diungkapkan, BI menyatakan kestabilan ekonomi menjadi prioritas utama dalam kebijakannya. Kestabilan menjadi penting karena meskipun ekonomi dapat tumbuh 6% - 7%, namun jika rupiah melemah secara drastis, pertumbuhan tersebut menjadi tidak berarti.

BI tidak akan melihat kebijakan Bank Sentral India dalam menyusun kebijakan moneter.

“Hal ini kami perkirakan akan menyebabkan pelemahan IHSG secara sesaat,” jelas analis NH Korindo Sekuritas.